kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rusia Invasi Ukraina, Turki Larang Kapal Perang Lewati Selat Bosphorus & Dardanelles


Selasa, 01 Maret 2022 / 13:34 WIB
Rusia Invasi Ukraina, Turki Larang Kapal Perang Lewati Selat Bosphorus & Dardanelles
ILUSTRASI. Kapal pendarat besar Angkatan Laut Rusia Korolev berlayar di Selat Dardanelles, dalam perjalanannya ke Laut Hitam, di Canakkale, Turki, 8 Februari 2022. REUTERS/Yoruk Isik.


Sumber: Al Jazeera,Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Turki melarang kapal perang melewati Selat Bosphorus dan Dardanelles dalam upaya untuk mengurangi eskalasi krisis atas invasi Rusia ke Ukraina.

Langkah itu Turki lakukan pada Senin (28/2) setelah Ukraina meminta Ankara untuk mengaktifkan pakta internasional berusia 90 tahun dan mencegah transit kapal perang Rusia dari Mediterania ke Laut Hitam.

Selat Bosphorus dan Dardanelles menghubungkan Laut Aegea, Marmara, dan Laut Hitam. Laut Hitam menjadi pijakan Rusia melancarkan serangan di pantai Selatan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Senin (28/2), Ankara mengaktifkan Konvensi Montreux dan memperingatkan negara-negara Laut Hitam dan non-Laut Hitam untuk tidak mengirim kapal perang melalui perairan Turki.

Baca Juga: Ukraina Tuding Rusia Gunakan Bom Vakum, Begini Kekuatan Ledakannya

Pakta 1936 memberi Turki hak untuk melarang kapal perang menggunakan Selat Dardanelles dan Bosporus selama masa perang.

“Kami telah memperingatkan kedua negara di kawasan itu dan di tempat lain untuk tidak mengirim kapal perang melalui Laut Hitam,” kata Cavusoglu, seperti dikutip Al Jazeera. “Kami menerapkan Konvensi Montreux”.

Tidak jelas seberapa besar dampak keputusan Turki menutup kedua selat itu terhadap konflik Rusia-Ukraina. Setidaknya, enam kapal perang dan sebuah kapal selam Rusia melewati selat tersebut bulan ini.

Konvoi besar militer Rusia di luar Kyiv

Pengumuman Cavusoglu datang tak lama setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pemerintahnya akan menggunakan "otoritas yang diberikan oleh Konvensi Montreux mengenai lalu lintas maritim di selat dengan cara yang akan mencegah krisis meningkat".

Baca Juga: Konvoi Besar Militer Rusia Berkumpul di Pinggiran Ibu Kota Ukraina, Siap Gempur Kyiv?




TERBARU

[X]
×