Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Ledakan dan pesawat militer terlihat di langit Caracas selama sekitar 90 menit, disertai asap hitam tebal. Warga setempat panik dan mengunggah video ledakan serta kilatan cahaya ke media sosial.
“Lampu-lampu seperti flare melintasi langit, kemudian terdengar ledakan. Kami khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya, karena pemerintah tidak memberikan informasi jelas,” kata Carmen Marquez, 50, warga bagian timur Caracas.
Sekutu Venezuela seperti Kuba dan Iran mengecam serangan AS, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah. Iran menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan “agresi ilegal” ini.
Baca Juga: Trump Klaim AS Serang Dermaga di Venezuela
Sementara itu, AS menuding Maduro mengendalikan “negara narkoba” dan melakukan kecurangan pemilu 2024. Trump sebelumnya berulang kali menyebut operasi darat di Venezuela sebagai opsi untuk menggulingkan Maduro, negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Serangan ini menandai intervensi langsung AS di Amerika Latin yang paling signifikan sejak invasi Panama pada 1989.
Washington juga telah mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur canggih di Karibia, serta melakukan blokade minyak dan berbagai serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba.
Baca Juga: Trump Sebut Militer AS Serang Kapal Narkoba Venezuela, 11 Orang Tewas
Belum jelas dasar hukum dari serangan terbaru ini, sementara para ahli hukum mempertanyakan legalitas operasi yang telah menewaskan lebih dari 110 orang selama kampanye tekanan AS di wilayah tersebut.













