kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Rusia khawatir sisa senjata AS di Afghanistan digunakan dalam perang sipil


Rabu, 01 September 2021 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Pasukan Taliban berpatroli di landasan pacu sehari setelah penarikan pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 31 Agustus 2021.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Kabulov sekaligus menekankan bahwa Rusia prihatin dengan situasi keamanan dan hak asasi manusia di Afghanistan selama ini. Meskipun demikian, konsep-konsep keamanan dan ketertiban ala Rusia jelas tidak bisa dipaksakan untuk digunakan di Afghanistan.

Selain penyalahgunaan senjata, Rusia juga menyoroti masalah lain seperti peningkatan perdagangan narkoba. Untuk mengatasi hal ini, Rusia meminta negara-negara Barat untuk tidak membekukan aset keuangan otoritas Afghanistan yang baru.

Pembekuan aset keuangan dianggap bisa memicu beragam masalah baru secara sosial dan politik untuk negara yang telah tumbuh dalam perang selama dua dekade tersebut.

Kabulov menambahkan bahwa Rusia akan mengambil bagian dalam proyek-proyek yang ditujukan untuk memulihkan ekonomi Afghanistan, dan siap untuk segera bekerja untuk itu.

Selanjutnya: Rusia dan China sepakat bersatu untuk lindungi Afghanistan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×