kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.193   -73,29   -1,39%
  • KOMPAS100 672   -10,65   -1,56%
  • LQ45 525   -7,72   -1,45%
  • ISSI 176   -2,74   -1,53%
  • IDX30 295   -4,92   -1,64%
  • IDXHIDIV20 393   -6,32   -1,58%
  • IDX80 77   -1,27   -1,61%
  • IDXV30 110   -1,73   -1,56%
  • IDXQ30 99   -1,58   -1,58%

Rusia khawatir sisa senjata AS di Afghanistan digunakan dalam perang sipil


Rabu, 01 September 2021 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Pasukan Taliban berpatroli di landasan pacu sehari setelah penarikan pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 31 Agustus 2021.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Kabulov sekaligus menekankan bahwa Rusia prihatin dengan situasi keamanan dan hak asasi manusia di Afghanistan selama ini. Meskipun demikian, konsep-konsep keamanan dan ketertiban ala Rusia jelas tidak bisa dipaksakan untuk digunakan di Afghanistan.

Selain penyalahgunaan senjata, Rusia juga menyoroti masalah lain seperti peningkatan perdagangan narkoba. Untuk mengatasi hal ini, Rusia meminta negara-negara Barat untuk tidak membekukan aset keuangan otoritas Afghanistan yang baru.

Pembekuan aset keuangan dianggap bisa memicu beragam masalah baru secara sosial dan politik untuk negara yang telah tumbuh dalam perang selama dua dekade tersebut.

Kabulov menambahkan bahwa Rusia akan mengambil bagian dalam proyek-proyek yang ditujukan untuk memulihkan ekonomi Afghanistan, dan siap untuk segera bekerja untuk itu.

Selanjutnya: Rusia dan China sepakat bersatu untuk lindungi Afghanistan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×