kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Rusia khawatir sisa senjata AS di Afghanistan digunakan dalam perang sipil


Rabu, 01 September 2021 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Pasukan Taliban berpatroli di landasan pacu sehari setelah penarikan pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 31 Agustus 2021.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Kabulov sekaligus menekankan bahwa Rusia prihatin dengan situasi keamanan dan hak asasi manusia di Afghanistan selama ini. Meskipun demikian, konsep-konsep keamanan dan ketertiban ala Rusia jelas tidak bisa dipaksakan untuk digunakan di Afghanistan.

Selain penyalahgunaan senjata, Rusia juga menyoroti masalah lain seperti peningkatan perdagangan narkoba. Untuk mengatasi hal ini, Rusia meminta negara-negara Barat untuk tidak membekukan aset keuangan otoritas Afghanistan yang baru.

Pembekuan aset keuangan dianggap bisa memicu beragam masalah baru secara sosial dan politik untuk negara yang telah tumbuh dalam perang selama dua dekade tersebut.

Kabulov menambahkan bahwa Rusia akan mengambil bagian dalam proyek-proyek yang ditujukan untuk memulihkan ekonomi Afghanistan, dan siap untuk segera bekerja untuk itu.

Selanjutnya: Rusia dan China sepakat bersatu untuk lindungi Afghanistan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×