kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Rusia Tegaskan Tak Kejar De-Dolarisasi, 90% Transaksi BRICS Pakai Mata Uang Lokal


Selasa, 08 September 2026 / 16:48 WIB
Rusia Tegaskan Tak Kejar De-Dolarisasi, 90% Transaksi BRICS Pakai Mata Uang Lokal
ILUSTRASI. Rusia menegaskan tidak sedang mendorong kebijakan de-dolarisasi dalam perdagangan internasional (Jason Lee/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Rusia menegaskan tidak sedang mendorong kebijakan de-dolarisasi dalam perdagangan internasional. Moskow menyatakan terbuka terhadap berbagai metode pembayaran yang dapat diterima, termasuk penggunaan mata uang nasional dalam transaksi antarnegara.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan virtual dengan wartawan India pada Selasa (8/9), beberapa hari menjelang KTT BRICS yang akan digelar di New Delhi, India.

Peskov mengatakan Rusia tidak memiliki agenda untuk menghapus penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan. Menurut dia, Moskow terbuka terhadap setiap metode pembayaran yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang terlibat.

"Rusia tidak mengupayakan de-dolarisasi dan terbuka terhadap setiap metode pembayaran yang dapat diterima," ujar Peskov.

Ia menambahkan, sejumlah negara menggunakan mata uang nasional mereka sebagai instrumen politik. Namun, Peskov tidak menyebut negara tertentu yang dimaksud.

Baca Juga: Gaji Perdana Menteri Singapura Naik 64% Jadi US$2,85 Juta per Tahun

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan menghadiri KTT BRICS di New Delhi pada 12-13 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Putin akan mendorong pembahasan mengenai sejumlah isu strategis, termasuk keamanan, ekonomi, keuangan, dan kebudayaan.

Selain menghadiri KTT BRICS, Putin dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Jumat. Peskov mengatakan perdagangan dan ekonomi akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Transaksi BRICS Gunakan Mata Uang Lokal

Peskov mengungkapkan bahwa penggunaan mata uang nasional dalam transaksi Rusia dengan negara-negara BRICS telah mencapai porsi yang sangat besar.

Menurut dia, sekitar 90% transaksi antara Rusia dan negara-negara BRICS saat ini dilakukan menggunakan mata uang nasional masing-masing negara.

"90% transaksi antara Rusia dan negara-negara BRICS dilakukan dalam mata uang nasional," kata Peskov.

Peningkatan penggunaan mata uang lokal tersebut menjadi bagian dari perubahan pola perdagangan Rusia dengan negara-negara mitra di tengah berbagai tantangan terhadap sistem pembayaran internasional.

Baca Juga: Macron Dorong Uni Eropa Larang Media Sosial bagi Anak di Bawah 15 Tahun

Meski demikian, Rusia menghadapi persoalan dalam perdagangan bilateral dengan India, terutama terkait akumulasi rupee India oleh perusahaan-perusahaan Rusia.

Peskov mengatakan persoalan kelebihan rupee yang terakumulasi akibat transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang nasional secara bertahap mulai diselesaikan.

"Masalah perusahaan-perusahaan Rusia yang mengakumulasi kelebihan rupee India akibat perdagangan dua arah dengan India dalam mata uang nasional secara bertahap sedang diselesaikan," ujarnya.

Rusia dan India Bahas Kerja Sama Rare Earth

Selain perdagangan dan keuangan, Rusia dan India juga tengah membahas peluang kerja sama di sektor mineral strategis.

Peskov mengatakan Moskow dan New Delhi sedang membicarakan kerja sama dalam eksplorasi rare earth atau logam tanah jarang.

Rare earth menjadi komoditas strategis karena digunakan dalam berbagai produk dan teknologi, termasuk kendaraan listrik, elektronik, energi terbarukan, serta sektor pertahanan.

Kerja sama Rusia dan India di sektor tersebut berpotensi memperluas hubungan ekonomi kedua negara di luar perdagangan energi dan pertahanan yang selama ini menjadi bagian penting dari hubungan bilateral.

Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Drone dan Rudal, Dua Orang Tewas

Jet Tempur Su-57 Masuk Agenda Rusia-India

Hubungan pertahanan juga akan menjadi salah satu pembahasan dalam agenda bilateral Putin dan Modi.

Peskov mengatakan rencana Rusia untuk menjual jet tempur siluman Sukhoi Su-57 kepada India termasuk dalam agenda hubungan bilateral kedua negara.

Pembahasan mengenai Su-57 tersebut berpotensi menjadi bagian penting dari kerja sama pertahanan Rusia dan India, mengingat kedua negara telah lama memiliki hubungan pertahanan yang erat.

KTT BRICS di New Delhi akan mempertemukan negara-negara anggota blok ekonomi tersebut untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan, ekonomi, keuangan hingga kerja sama internasional.

BRICS saat ini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×