kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rusia Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Sebelum Sempat Luncurkan Rudal


Jumat, 27 Desember 2024 / 21:50 WIB
Rusia Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Sebelum Sempat Luncurkan Rudal
ILUSTRASI. Pesawat tempur F-16 Ukraina terlihat di udara saat memperingati Hari Angkatan Udara Ukraina, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di lokasi yang dirahasiakan, Ukraina, 4 Agustus 2024. REUTERS/Valentyn Ogirenko


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Rusia dilaporkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat di wilayah Zaporizhia. Pesawat tersebut sedang bersiap meluncurkan serangan rudal saat insiden terjadi, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita Rusia, Tass.  

"Pesawat F-16 itu berada dalam posisi untuk meluncurkan serangan rudal di wilayah tersebut dan berhasil ditembak jatuh," ujar Vladimir Rogov, Ketua Komisi Kedaulatan, Proyek Patriotik, dan Dukungan untuk Veteran dari Kamar Publik Federasi Rusia, kepada Tass.  

Mengutip laporan Eurasiantimes.com Jumat (27/12/2024), jika laporan ini benar, maka F-16 tersebut menjadi jet tempur kedua yang hilang di pihak Ukraina. Sebelumnya, sebuah F-16 Ukraina jatuh pada bulan Agustus lalu, menewaskan pilot Oleksiy Mes.

Baca Juga: Ukraina Siap Kerahkan Jet Tempur F-16 Melawan Rusia

Namun, militer Ukraina menyatakan bahwa insiden itu bukan akibat langsung dari serangan rudal musuh. Mereka mengklaim pilot berhasil menghancurkan tiga rudal jelajah dan satu pesawat nirawak sebelum jatuh.  

Di tengah meningkatnya tekanan, Ukraina menghadapi penundaan pengiriman jet tempur F-16 dari Belgia yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada akhir tahun ini. Harian Belgia *Le Soir* melaporkan bahwa unit pertama F-16 kini diperkirakan baru akan tiba pada tahun 2025.  

Pada Mei lalu, Ukraina dan Belgia menandatangani perjanjian keamanan untuk penyediaan 30 jet tempur F-16. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat itu berharap pengiriman gelombang pertama dapat terlaksana pada akhir 2024. Namun, jadwal ini terpaksa diundur karena berbagai kendala.  

Menteri Pertahanan Belgia Ludivine Dedonder, dalam kunjungannya ke Polandia pekan lalu, mengungkapkan bahwa pengiriman F-16 tertunda akibat kurangnya pilot Ukraina yang terlatih serta keterbatasan suku cadang. Situasi ini diperparah oleh penundaan kedatangan jet tempur F-35 Belgia dari Lockheed Martin, yang berperan penting dalam menjaga pertahanan udara Belgia.  

Baca Juga: Elon Musk Sebut Produsen Jet Tempur F-35 Bodoh, Promosikan Drone Tempur

Pelatihan pilot menjadi tantangan utama dalam operasionalisasi F-16 di Ukraina. Presiden Zelensky pada Agustus lalu mengakui bahwa Ukraina kekurangan pilot terlatih dan pesawat yang memadai.  


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×