kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Rusia Tunggu Usulan Baru Trump untuk Akhiri Perang Ukraina


Jumat, 24 Juli 2026 / 19:55 WIB
Rusia Tunggu Usulan Baru Trump untuk Akhiri Perang Ukraina
ILUSTRASI. Pemerintah Rusia menyatakan yakin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memiliki niat tulus untuk mengakhiri perang di Ukraina (Sergei Kholodilin/BelTA/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Rusia menyatakan yakin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memiliki niat tulus untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, Moskow menegaskan akan tetap melanjutkan operasi militernya hingga mencapai seluruh target yang telah ditetapkan, sembari menunggu proposal baru dari Washington.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia masih membuka peluang bagi jalur diplomasi, meskipun hingga kini belum ada terobosan baru dalam proses negosiasi damai.

"Ya, (pertempuran) bukanlah jalan yang kami inginkan. Namun, mengingat tidak adanya prospek perdamaian, kami akan menyelesaikannya hingga akhir, hingga meraih kemenangan total. Meski begitu, kami akan menunggu proposal baru dari (Amerika Serikat)," ujar Peskov kepada televisi pemerintah Rusia pada Jumat (24/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ditanya apakah Moskow masih bersedia menunggu inisiatif baru dari Amerika Serikat setelah berbagai upaya sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan.

Sikap Kremlin ini sekaligus menunjukkan keinginannya untuk tetap menjaga jalur komunikasi dengan pemerintahan Trump, sembari menyalahkan sekutu-sekutu Eropa Ukraina sebagai pihak yang memperpanjang konflik yang kini telah memasuki pertengahan tahun kelima.

Baca Juga: PM Baru Inggris Pertahankan Reformasi Sektor Keuangan Demi Dorong Pertumbuhan

Peskov menilai pemerintahan Trump memiliki komitmen untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

"Pemerintah Amerika Serikat, Presiden Trump, dan para negosiatornya sungguh-sungguh ingin merumuskan opsi yang dapat diterima semua pihak. Opsi yang mereka ajukan telah kami terima, tetapi ditolak oleh Ukraina," kata Peskov.

"Pemerintah Amerika Serikat tidak mampu meyakinkan Ukraina... yang terus didorong oleh negara-negara Eropa," tambahnya.

Menunggu Mediasi AS Berlanjut

Perundingan damai terakhir yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat berlangsung pada Februari lalu, tidak lama sebelum pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Kremlin berulang kali menyatakan berharap upaya mediasi Washington dapat kembali dilanjutkan setelah situasi di Timur Tengah mereda.

Baca Juga: Suku Bunga Dipangkas ke 14%, Rusia Revisi Turun Target Pertumbuhan Ekonomi 2026

Pekan ini, diplomat tertinggi Rusia dan Amerika Serikat sempat menggelar pertemuan singkat di Asia. Rusia juga telah beberapa pekan terakhir menyatakan siap menerima utusan Presiden Trump di Moskow untuk melanjutkan pembicaraan, meski hingga kini belum ada jadwal resmi yang diumumkan.

Kritik AS Terus Kirim Senjata ke Ukraina

Di sisi lain, Peskov menilai sikap Amerika Serikat masih kontradiktif karena tetap memasok persenjataan kepada Ukraina sembari menyuarakan keinginan mengakhiri perang.

"Namun, kami harus memanfaatkan dualitas sikap pemerintahan Trump tersebut sejauh hal itu sejalan dengan kepentingan kami. Keinginan mereka untuk memfasilitasi penyelesaian damai sepenuhnya sejalan dengan kepentingan kami," ujar Peskov.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×