kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Saham Perusahaan China di AS Ramai-Ramai Naik, Alibaba Memimpin


Sabtu, 30 April 2022 / 11:04 WIB
Saham Perusahaan China di AS Ramai-Ramai Naik, Alibaba Memimpin
ILUSTRASI. Saham Perusahaan China di AS Ramai-Ramai Naik, Alibaba Memimpin


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham China yang terdaftar di AS melonjak pada hari Jumat dengan saham teknologi memimpin kenaikan setelah Beijing menjanjikan lebih banyak stimulus untuk menyelamatkan ekonomi yang terhambat oleh penguncian Covid yang diperpanjang dan untuk mendukung pengembangan perusahaan platform teknologi.

Raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd. mengakhiri hari dengan naik 6,8%, setelah sebelumnya melonjak sebanyak 13,9%. Sementara, JD.com naik 6,7% dan Pinduoduo Inc. naik 13,5%. 

Indeks Nasdaq Golden Dragon China, naik lebih dari 4,5% ke level tertinggi dalam 10 hari, memangkas kerugian bulanan menjadi sekitar 5%.

Reli dalam grup mengikuti kenaikan 10% di Hang Seng Tech Index, kinerja satu hari terbaik sejak Beijing berjanji untuk menstabilkan pasar keuangan pada 16 Maret.

Baca Juga: Masih Ada Pengetatan Covid-19, Pendapatan Raksasa Teknologi China Diperkirakan Turun

Namun, reli tidak cukup untuk menghentikan Indeks Nasdaq Golden Dragon China dari penurunan selama enam bulan berturut-turut, rentang terpanjang sejak setidaknya 2001.

Mengutip Bloomberg (30/4), Partai Komunis China, Politburo berjanji untuk memenuhi target ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang sehat dari perusahaan platform internet.

Pejabat berjanji untuk mempercepat implementasi langkah-langkah pendukung, termasuk pemotongan pajak dan pengurangan biaya, sambil tetap berpegang pada kebijakan Nol Covid.

“Nada dalam “niat strategis” dari Politburo sangat pro-pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, yang lebih pro-keadilan dalam berbagi kemakmuran,” kata Jason Hsu, kepala investasi Rayliant Global Advisors Ltd. 

Baca Juga: Alibaba Group Bergabung Low Carbon Patent Pledge untuk Percepat Adopsi Teknologi

Komentar itu muncul di tengah laporan South China Morning Post bahwa China merencanakan simposium dengan 'Big Tech' setelah liburan Hari Buruh.

Henry Guo, seorang analis di M Science berpendapat bahwa perusahaan teknologi memang harus membantu pemulihan ekonomi lebih lanjut. Mengingat, lingkungan makro yang sulit karena pandemi Covid-19.  “Tampaknya pemerintah China telah menjadi mendukung.” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×