Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham SpaceX turun lebih dari 6% pada perdagangan Kamis (18/6/2026), menandai meredanya euforia pasca-IPO yang sebelumnya sempat mengangkat perusahaan milik Elon Musk itu menjadi salah satu dari lima perusahaan paling bernilai di dunia.
Mengutip data perdagangan, saham SpaceX tercatat turun 6,5% ke level US$178,50 setelah pada sesi sebelumnya juga melemah hampir 5%. Meski terkoreksi, harga saham masih berada lebih dari 30% di atas harga penawaran awal sebesar US$135.
Jika tekanan jual berlanjut, kapitalisasi pasar SpaceX yang mencapai US$ 2,52 triliun berpotensi menyusut lebih dari US$ 150 miliar dalam satu hari perdagangan.
Baca Juga: Saham SpaceX Melonjak Saat Debut, Valuasi Pasar Capai US$ 2 Triliun Mendekati Amazon
Analis IPOX Schuster, Kat Liu, menilai pelemahan ini masih dalam batas wajar setelah lonjakan awal yang kuat.
“Mengingat besarnya IPO dan kinerja awal yang sangat kuat, aksi ambil untung tidak mengejutkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pekan perdagangan kali ini menjadi salah satu yang paling padat dan singkat bagi IPO terbesar dalam sejarah.
Tekanan juga terjadi pada saham perusahaan antariksa lain di Amerika Serikat. Rocket Lab dan Planet Labs masing-masing turun sekitar 3%, sementara AST SpaceMobile melemah sekitar 7% dan Intuitive Machines turun sekitar 3%.
Dari sisi aktivitas investor ritel, pembelian saham SpaceX sempat agresif dalam tiga sesi awal dengan total net pembelian lebih dari US$300 juta.
Baca Juga: Mirae Asset Korea Selatan Gagal Amankan Saham SpaceX, Minta Maaf ke Investor
Namun, aktivitas melambat pada Kamis dengan hanya sekitar US$9,1 juta pembelian net tercatat hingga pukul 14.00 waktu setempat, menurut data Vanda Research.
Sejumlah analis dan manajer portofolio menilai saham SpaceX berpotensi mengalami volatilitas tinggi pada fase awal sebagai perusahaan publik, mengingat jumlah saham yang beredar relatif terbatas dan valuasi yang tinggi.
Sebelumnya, kapitalisasi pasar SpaceX sempat menembus US$2 triliun setelah debutnya di Nasdaq pekan lalu.
Sahamnya melonjak tajam dalam dua hari pertama perdagangan, sebelum kemudian terkoreksi seiring investor mengevaluasi valuasi perusahaan di tengah ekspansi besar ke sektor kecerdasan buatan (AI).
Pada Selasa, SpaceX juga mengumumkan rencana akuisisi startup AI Anysphere, pengembang agen pemrograman populer Cursor, senilai US$60 miliar dalam bentuk saham.
Baca Juga: SpaceX Tetap Patok Harga IPO US$135 per Saham, Minat Investor Membludak
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi di pasar alat AI untuk sektor enterprise.
Di sisi lain, perusahaan juga disebut tengah menyiapkan pertemuan dengan investor untuk membahas penerbitan obligasi minimal US$20 miliar dalam waktu dekat, sebagai upaya pendanaan ekspansi ambisius di sektor AI.













