kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Saham United dan American Airlines Menguat, Isu Merger Raksasa Mencuat


Selasa, 14 April 2026 / 16:11 WIB
Saham United dan American Airlines Menguat, Isu Merger Raksasa Mencuat
ILUSTRASI. Sebuah pesawat American Airlines terparkir di landasan pacu sementara seseorang berjalan melewati Ba (REUTERS/Kylie Cooper)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham dua maskapai besar Amerika Serikat, United Airlines dan American Airlines, menguat dalam perdagangan pra-pasar Selasa (14/4/2026), menyusul kabar wacana merger yang disebut-sebut tengah dijajaki di level tertinggi pemerintahan.

Kenaikan ini dipicu laporan bahwa CEO United Airlines, Scott Kirby, sempat mengusulkan potensi penggabungan usaha dengan American Airlines kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih pada 25 Februari lalu. 

Pertemuan itu awalnya membahas masa depan Bandara Dulles di Washington.

Dalam perdagangan pra-pasar, saham American Airlines naik sekitar 4%, sementara United Airlines menguat sekitar 2%.

Baca Juga: Isu Merger Grab-GOTO Berhembus, Ini Respons Grab dan GOTO

Jika terealisasi, merger ini berpotensi menjadi konsolidasi terbesar di industri penerbangan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Kirby disebut menilai penggabungan dua maskapai raksasa ini akan memperkuat daya saing maskapai AS di pasar internasional.

Ia menyoroti bahwa saat ini maskapai asing masih mendominasi kapasitas kursi penerbangan jarak jauh dari dan ke Amerika Serikat (AS), meskipun sebagian besar penumpangnya adalah warga AS.

Meski begitu, rencana merger ini diperkirakan akan menghadapi tantangan berat. Pelaku industri dan pakar antimonopoli menilai potensi penggabungan tersebut berisiko memicu berkurangnya persaingan, kenaikan harga tiket, hingga potensi pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, struktur pasar maskapai AS yang sudah terkonsentrasi, dikuasai oleh empat pemain besar, juga menjadi sorotan utama, terutama terkait tumpang tindih rute penerbangan yang signifikan.

Baca Juga: Isu Merger Grab dan GOTO: Tanggapan Resmi, Analisis Pakar, dan Potensi Dampaknya

Belakangan, kinerja saham kedua maskapai sebenarnya tengah tertekan.

Sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran memanas pada akhir Februari, harga bahan bakar jet melonjak tajam. Akibatnya, saham American Airlines telah turun 14,1%, sementara United Airlines merosot 10,4%.

Hingga kini, baik United Airlines maupun American Airlines menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut. Pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan resmi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×