kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Saingi TikTok, Facebook luncurkan Reels sebagai fitur Instagram


Rabu, 05 Agustus 2020 / 21:49 WIB
Saingi TikTok, Facebook luncurkan Reels sebagai fitur Instagram
ILUSTRASI. Panel Facebook terlihat selama Festival Kreativitas Internasional Lions Cannes, di Cannes, Prancis, 20 Juni 2018.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Facebook meluncurkan layanan video mirip TikTok di Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 50 negara lain pada Rabu (5/8). Namanya: Reels sebagai fitur dalam aplikasi Instagram.

Debut Reels datang beberapa hari setelah Microsoft mengatakan, sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi operasi TikTok di AS dari ByteDance asal China. 

Sumber Reuters mengatakan, ByteDance telah setuju untuk melepas TikTok di AS, di bawah tekanan dari Gedung Putih yang telah mengancam mereka dan aplikasi milik Cina lainnya atas masalah keamanan data.

Baca Juga: Donald Trump tak hanya minta TikTok dijual, tapi AS harus dijadikan pengendali

Peluncuran Reels meningkatkan pertarungan antara Facebook dan TikTok. Keduanya sangat ingin menarik minat remaja Amerika, yang banyak dari mereka berbondong-bondong ke TikTok dalam dua tahun terakhir.

Mirip dengan TikTok, pengguna Reels bisa merekam video pendek yang ramah seluler, lalu menambahkan efek khusus dan soundtrack yang dapat mereka ambil dari perpustakaan musik.

Melansir Reuters, kemiripan itu membuat CEO TikTok Kevin Mayer menyebut Reels sebagai "produk peniru" yang bisa meluncur di basis pengguna Instagram yang sangat besar, setelah "Lasso, peniru mereka yang lain gagal dengan cepat".

Baca Juga: Tengah ada dalam tekanan di AS, pemilik TikTok tuduh Facebook sebagai plagiat


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×