CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Samsung Bentuk Divisi Robotika, Rekrut Eks Eksekutif Hyundai untuk Pimpin Strategi


Selasa, 21 Juli 2026 / 08:48 WIB
Samsung Bentuk Divisi Robotika, Rekrut Eks Eksekutif Hyundai untuk Pimpin Strategi
ILUSTRASI. Samsung Electronics (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics membentuk divisi robotika baru yang akan melapor langsung kepada Chief Executive Officer (CEO) sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi robotika sekaligus menjadikannya sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan.

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), konglomerat teknologi asal Korea Selatan itu menyatakan divisi baru bernama RX (Robotics eXperience) akan bertanggung jawab menyusun strategi jangka menengah dan panjang di bidang robotika, mengembangkan teknologi inti, serta mengeksekusi bisnis robotika.

Baca Juga: Taiwan Bersiap Hadapi Invasi China, Kecepatan Internet Seluler Akan Dibatasi

Samsung juga akan memperluas kapasitas riset dan pengembangannya, baik di Korea Selatan maupun di luar negeri.

Perusahaan menunjuk Lee Dongkun, Executive Vice President Samsung, sebagai kepala Robotics Strategy Team.

Sebelum bergabung dengan Samsung, Lee memimpin strategi robotika di Hyundai Motor Group, termasuk mengarahkan pengembangan perusahaan robotika Boston Dynamics.

Selain membentuk divisi baru, Samsung berencana mendirikan pusat riset robotika di Amerika Serikat, China, dan Jepang, tiga negara yang dinilai memiliki perkembangan teknologi robotika yang pesat.

Melalui pusat riset tersebut, Samsung ingin meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan ekosistem inovasi dan keahlian lokal di masing-masing negara.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Samsung yang lebih luas untuk memperkuat bisnis robotika.

Pada paparan kinerja kuartalan Januari lalu, Samsung menyatakan menargetkan hasil yang "nyata" dari bisnis robot humanoid pada tahun ini.

Baca Juga: Singapura Tunjuk Lima Bank Penerbitan Obligasi Hijau 20 Tahun Senilai S$ 2,1 Miliar

Kemudian pada April, perusahaan menyebut akan mempertimbangkan investasi maupun akuisisi jika diperlukan untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi robotika. Samsung juga membuka peluang bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam mengembangkan teknologi tersebut.

Samsung menilai kemajuan teknologi seperti physical AI atau kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik membuat bisnis robotika semakin layak dikembangkan secara komersial.

Ke depan, Samsung berencana mengembangkan robot humanoid untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pengalaman pengguna. Robot tersebut akan lebih dulu diterapkan di fasilitas manufaktur sebelum diperluas ke sektor rumah tangga dan ritel.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×