kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Santa Datang Lebih Awal ke Wall Street Tahun Ini, Lanjut Reli di 2026?


Senin, 01 Desember 2025 / 04:47 WIB
Santa Datang Lebih Awal ke Wall Street Tahun Ini, Lanjut Reli di 2026?
ILUSTRASI. Biasanya reli Santa Claus rally dimulai di akhir Desember, tetapi Wall Street tampaknya sudah menunjukkan nuansa liburan lebih cepat. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Fortune | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Biasanya reli Santa Claus rally dimulai di akhir Desember, tetapi Wall Street tampaknya sudah menunjukkan nuansa liburan lebih cepat. Dan ini bisa menjadi pembuka bagi tahun kuat lain untuk pasar saham pada 2026.

Mengutip Fortune.com, selama pekan Thanksgiving yang lebih pendek, indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 3%, S&P 500 melonjak hampir 4%, dan Nasdaq naik lebih dari 4%.

Ini terjadi setelah aksi jual tajam di awal bulan karena kekhawatiran gelembung AI pecah dan indikasi bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga sedalam yang diperkirakan pasar.

“Santa sudah kembali,” kata veteran pasar Ed Yardeni dalam sebuah catatan pada Sabtu (29/11/2025).

Namun, aksi jual panik pada bitcoin, yang menurut Yardeni dan analis lain turut memicu tekanan pasar sebelumnya, mulai mereda. Dan, kini, saham bersiap untuk reli akhir tahun.

Yardeni mempertahankan pandangannya bahwa S&P 500 akan menyentuh level 7.000 pada akhir tahun, bahkan menyebut indeks bisa mencapai level tersebut dalam minggu mendatang.

Jika itu terjadi, S&P 500 akan menutup 2025 dengan kenaikan 19%, setelah mencatat kenaikan lebih dari 20% dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Buffett Diam-Diam Taruh 25% Portofolionya di Saham AI — Ini Daftarnya

Dan reli pasar masih berpotensi lanjut. Awal pekan ini, Yardeni kembali menegaskan proyeksinya bahwa indeks akan meroket ke 7.700 pada 2026, naik 10% dari targetnya untuk 2025.

“Kami memperkirakan 2026 akan menjadi tahun lain dalam era Roaring 2020s, yang masih menjadi skenario dasar kami,” tulisnya. “Skenario Roaring 2020s kami telah berjalan baik selama enam tahun sejak pertama kali kami prediksi pada 2020.”

Pertumbuhan PDB, konsumsi, dan laba korporasi masih dalam tren solid. Yardeni menilai dekade ini akan terhindar dari resesi besar menyeluruh, meskipun resesi sektoral (rolling recessions) mungkin terjadi di beberapa industri.

Deutsche Bank bahkan lebih optimistis, yakni dengan memprediksi S&P 500 akan berakhir tahun depan di level 8.000, atau naik 17% dari penutupan Jumat.

“Kami melihat pasar saham terus mendapat dukungan dari booming aliran dana lintas aset,” tulis analis Deutsche Bank. 

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Jutaan Orang Akan Kehilangan Semuanya, Tapi Krisis Bisa Bikin Kaya




TERBARU

[X]
×