kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Saudi tertarik menjadi pemegang saham besar di Tesla?


Senin, 13 Agustus 2018 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Mobil Tesla Model 3


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Konglomerat otomotif Elon Musk, secara mengejutkan mengumumkan rencananya menarik Tesla Inc dari bursa saham Amerika Serikat. Pasar bertanya-tanya, siapa yang mau menopang Musk membeli kembali saham dari pemegang saham publik saat ini? 

Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (13/8), dengan kepemilikan Musk sebesar 20% di perusahaan otomotif ini, Tesla membutuhkan US$ 60 miliar untuk membeli sahamnya kembali. 

Pekan lalu, ketika mengungkapkan niatnya menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup, Musk menyebut lewat akun Twitternya, akan membeli kepemilikan dari publik senilai US$ 420. Pendanaan aman.

Seorang sumber pada Bloomberg menyebut, Public Investment Fund Arab Saudi berniat membeli potongan besar saham Tesla. Saat ini, tangan investasi Kerajaan Saudi ini sudah menggenggam saham Tesla 5%. 

Namun, dari ungkapan Musk sebelumnya, dia berharap, saham Tesla tetap digenggam banyak pihak, tak hanya dua-tiga investor yang meraup sebagian besar kepemilikan. 

Sumber lain menyebutkan, regulator bursa AS, U.S. Securities and Exchange Commission tengah mempelajari isi Twitter Musk, taipan dengan kekayaan US$ 24,9 miliar tersebut. 

Public Investment Fund tidak merespons kabar yang didapatkan Bloomberg. Sedangkan Tesla enggan berkomentar. Saham Tesla di bursa Nasdaq AS pada Jumat lalu ditutup naik 0,68% menjadi US$ 355,49 

Nannan Kou, senior associate Bloomberg NEF in Beijing menilai, tidak mudah Tesla mencari pendanaan. Tesla belum meyakinkan pasar bisa melejitkan penjualan mobil-mobil listrik premiumnya. "Investor Tesla harus bersabar dan berorientasi strategis," katanya, seperti dikutip Bloomberg

Salah satu buktinya, SoftBank yang pernah melakukan pembicaraan dengan Tesla, akhirnya mengurungkan niatnya menyuntikkan dana. 

Sumber Bloomberg yang lain menyebutkan, SoftBank tak tertarik membiayai rencana Musk menjadikan Tesla perusahaan publik. Apalagi, katanya, SoftBank sudah menanamkan dana US$ 2,25 miliar di General Motors Co, selain telah menyuntik uang di DiDi Chuxing Inc, Uber Technologies Inc, dan Grab Singapura. 

Namun, jurubicara SoftBank enggan berkomentar atas kabar ini.  




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×