kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Sedot minyak Suriah, Trump tertarik bikin kesepakatan dengan ExxonMobil


Senin, 28 Oktober 2019 / 09:39 WIB
ILUSTRASI. Seorang anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berdiri di sebuah truk pikap yang dilengkapi senjata dekat Baghouz, Provinsi Deir Al Zor, Suriah, 11 Februari 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dia tertarik untuk membuat kesepakatan dengan ExxonMobil atau perusahaan energi lain untuk menyedot cadangan minyak di Suriah.

"Apa yang ingin saya lakukan, mungkin, adalah membuat kesepakatan dengan ExxonMobil atau salah satu perusahaan besar kami untuk masuk ke sana (Suriah) dan melakukannya dengan benar dan menyebarkan kekayaan," katanya, Minggu (28/10), seperti dikutip CNBC.

Presiden Trump telah mengidentifikasi minyak Suriah sebagai prioritas keamanan nasional AS, dan berkomitmen untuk mengerahkan pasukan guna melindungi cadangan emas hitam tersebut bahkan saat ia menarik pasukan dari daerah utara negara itu.

Baca Juga: Pertimbangkan tempatkan pasukan bersama Kurdi, AS tak benar-benar pergi dari Suriah

Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan, AS akan mengirimkan pasukan untuk melindungi ladang minyak Suriah dari militan negara Islam.

Trump telah menghadapi kritik keras dari Partai Republik dan Demokrat, yang menuduhnya meninggalkan Kurdi, sekutu Amerika, dengan menarik pasukan dari wilayah perbatasan Suriah-Turki. Penarikan tersebut membersihkan jalan untuk operasi militer Turki melawan Kurdi, sekutu AS dalam memerangi ISIS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×