kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.178   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Sejarah kelam Gunung Taal Filipina: Letusannya sudah tewaskan lebih dari 6.000 orang


Selasa, 14 Januari 2020 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Erupsi Gunung Taal Filipina. REUTERS/Eloisa Lopez


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Apa hal terburuk yang bisa terjadi?

Letusan pada tahun 1754 begitu kuat sehingga mengubah geografi daerah itu. Danau Taal adalah jalan masuk menuju ke laut tetapi letusan memblokir saluran, mengubah saluran masuk menjadi danau dan mengakibatkan air laut akhirnya menjadi air tawar.

Letusan lain pada tahun 1911 didahului oleh dua hari gempa bumi. Menurut penulis sains Maria Elena Paterna, ledakan raksasa, diikuti sehari kemudian oleh beberapa ledakan lagi, dapat terdengar hingga 200 km jauhnya.

Baca Juga: Gunung berapi di Filipina meletus, tsunami mengancam

Letusan itu menewaskan 1.335 orang dalam beberapa menit.

"Di Taal, bola api merah melonjak tinggi di atas kawah," tulisnya. "Pilar besar asap dan abu naik ke langit, pecah oleh kilatan petir yang datang tiba-tiba."

Serangkaian letusan serupa sekarang dapat menggusur ribuan, menghancurkan desa, mengirim debu ke udara, membahayakan pesawat terbang dan menyebabkan tsunami di danau yang dapat menggenangi desa-desa sekitar.

Baca Juga: Terpopuler: Tsunami ancam Filipina, delapan roket hantam pangkalan militer di Irak

"Semua kota di sekitar gunung berapi dapat terpengaruh," kata Bornas.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×