kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Sekitar 10% pasien corona yang sembuh di Wuhan positif lagi usai pulang dari RS


Kamis, 26 Maret 2020 / 13:36 WIB
Sekitar 10% pasien corona yang sembuh di Wuhan positif lagi usai pulang dari RS
ILUSTRASI. RS darurat di Wuhan, China. Dokter bilang sekitar 10% pasien yang sembuh di Wuhan kembali dinyatakan positif corona. Picture taken March 2, 2020. China Daily via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT. TPX IMAGES O

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sejumlah dokter di Wuhan menyebut bahwa sekitar 3% hingga 10% pasien yang sembuh dari virus corona kembali dinyatakan positif setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Dilansir dari South China Morning Post, para dokter dari rumah sakit Tongji, Wuhan, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah CCTV bahwa mereka tidak menemukan bukti bahwa pasien yang sembuh menjadi infeksius setelah pemulihan.

Baca Juga: Kerap perang kata-kata soal corona, AS dan China akan berseberangan dalam KTT G20?

Terlepas dari ukuran sampelnya yang relatif kecil, penelitian rumah sakit Tongji sangat relevan karena China sekarang punya lebih banyak pasien yang sembuh dari kasus corona baru.

Daratan China, tempat penyakit ini pertama kali muncul Desember lalu, telah memulangkan lebih dari 90% pasien yang terinfeksi corona dan sekitar 4.300 pasien yang dikonfirmasi masih menerima perawatan di rumah sakit.

Negara ini telah melaporkan setidaknya 81.000 kasus dengan lebih dari 3.200 kematian. Tetapi sebagian besar kasus baru adalah kasus corona impor.

Wang Wei, presiden rumah sakit Tongji mengatakan bahwa dari 147 pasien sembuh yang mereka pelajari, hanya lima atau sekitar dari 3% yang kembali dinyatakan positif setelah melakukan pemulihan.

Baca Juga: Sudah lebih dari 20.000 orang meninggal, WHO: Corona adalah ancaman kemanusiaan

Sementara itu, Life Times, outlet berita kesehatan yang berafiliasi dengan People's Daily, melaporkan bahwa fasilitas karantina di Wuhan telah melaporkan bahwa sekitar 5% hingga 10% dari pasien mereka yang pulih namun dinyatakan positif kembali.

Laporan sebelumnya juga menyoroti kasus di mana pasien dites positif setelah pemulihan.

Insiden ini telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah tes asam nukleat mungkin tidak dapat diandalkan dalam mendeteksi jejak virus pada beberapa pasien corona yang sembuh.

Baca Juga: Gara-gara corona, resesi Singapura diprediksi semakin dekat

Beberapa ahli juga telah menyatakan keprihatinan tentang sensitivitas dan stabilitas test kit, dan pengumpulan dan penanganan sampel pasien.

Sementara, Wang mengatakan kepada CCTV bahwa lima pasien dari rumah sakitnya yang positif lagi tidak memiliki gejala, dan tidak ada anggota keluarga atau orang-orang yang berhubungan dekat dengan mereka yang terinfeksi.

Dia mengatakan tidak ada bukti konklusif untuk membuktikan bahwa pasien yang sembuh yang dites positif lagi akan menular ke orang lain. "Sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka menular," kata Wang.

Baca Juga: Kapal perang AS kembali sambangi Selat Taiwan di tengah ketegangan Taiwan-China

Kelompok sampel lain dari 15 pasien dari rumah sakit juga mengkonfirmasi tren yang sama, tanpa ada yang menginfeksi anggota keluarga mereka.



TERBARU

[X]
×