Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Selat Hormuz masih ditutup pada Jumat (10/4/2026), sementara Israel kembali saling serang dengan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Dua konflik ini disebut oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, sehari menjelang rencana perundingan damai pertama antara kedua negara.
Melansir Reuters Jumat (10/4/2026), gencatan senjata yang baru berlangsung dua hari itu memang berhasil menghentikan kampanye serangan udara AS dan Israel ke Iran.
Baca Juga: Inflasi AS Melonjak 3,3% di Maret, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menipis
Namun, kesepakatan tersebut belum mampu mengakhiri blokade Selat Hormuz yang memicu gangguan terbesar dalam pasokan energi global, maupun meredakan konflik paralel antara Israel dan Hezbollah di Lebanon.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Iran karena dinilai tidak menjalankan kesepakatan dengan baik terkait lalu lintas minyak di selat tersebut.
Dalam unggahan media sosial, ia menyebut Iran melakukan “pekerjaan yang sangat buruk” dalam memastikan aliran minyak tetap berjalan.
Di sisi lain, Iran menilai serangan Israel di Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata. Israel bahkan melancarkan serangan besar beberapa jam setelah kesepakatan diumumkan, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 250 warga Lebanon di wilayah padat penduduk.
Iran berpendapat bahwa gencatan senjata juga berlaku untuk Lebanon, pandangan yang awalnya didukung Pakistan sebagai mediator.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Tajam Pekan Ini, Namun Tetap Tinggi Dekati US$100 per Barel
Namun, Israel dan AS menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.
Meski demikian, Israel pada Kamis (9/4) menyatakan akan membuka pembicaraan terpisah dengan pemerintah Lebanon guna mengakhiri konflik dan melucuti Hezbollah.
Meski saling tuding pelanggaran, kondisi ini dinilai belum akan menggagalkan rencana perundingan damai AS–Iran yang dijadwalkan dimulai Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan.
Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa situasi masih “sesuai rencana”, bahkan melihat penurunan intensitas kekerasan di Lebanon sebagai sinyal positif.
Delegasi kedua negara dilaporkan telah tiba di Hotel Serena, Islamabad, lokasi berlangsungnya perundingan. Meski belum ada pertemuan langsung pada Jumat, Pakistan berperan sebagai perantara komunikasi.
Baca Juga: The Fed Waspada! Shock Harga Minyak Bikin Inflasi Susah Turun
Pemerintah Pakistan juga memberlakukan pengamanan ketat di pusat kota, termasuk zona merah sejauh 3 kilometer di sekitar lokasi pertemuan.
Delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, sementara delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance.













