kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Selebrasi Pemain Timnas Argentina Setelah Tundukkan Inggris Berujung Kontroversi


Kamis, 16 Juli 2026 / 17:48 WIB
Selebrasi Pemain Timnas Argentina Setelah Tundukkan Inggris Berujung Kontroversi
ILUSTRASI. Sejumlah pemain tim nasional Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" setelah kemenangan 2-1 atas Inggris (REUTERS/Molly Darlington)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - ATLANTA. Sejumlah pemain tim nasional Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" setelah kemenangan 2-1 atas Inggris pada laga semifinal Piala Dunia, Kamis (16/7/2026) dini hari waktu Indonesia.

Tindakan tersebut dinilai berpotensi melanggar aturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait larangan atribut bermuatan politik di stadion.

Berdasarkan Kode Etik Stadion FIFA, penggunaan "spanduk, bendera, selebaran, pakaian, dan perlengkapan lain yang bersifat politik, ofensif, dan/atau diskriminatif" dilarang di dalam stadion.

Hingga kini, badan sepak bola dunia tersebut belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut. Namun, Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle mendesak agar kejadian itu diselidiki secara resmi. Ia menegaskan bahwa politik harus dipisahkan dari ajang Piala Dunia.

"Saya sangat bangga dengan tim kami ... atas martabat yang mereka tunjukkan, dan hal itu sangat kontras dengan apa yang kami lihat dari tim Argentina tadi malam," ujar Kyle kepada BBC Radio pada Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Final Piala Dunia Jadi Panggung Adidas, Nike Gagal Tempatkan Tim pada Laga Puncak

"Saya benar-benar berharap FIFA melakukan penyelidikan yang menyeluruh terhadap insiden tersebut," tambahnya.

Persoalan kedaulatan atas kepulauan di Samudra Atlantik Selatan itu telah lama menjadi sumber ketegangan dalam hubungan antara Inggris dan Argentina. Wilayah tersebut dikenal sebagai Kepulauan Falkland oleh Inggris dan Kepulauan Malvinas oleh Argentina.

Kedua negara pernah terlibat konflik bersenjata singkat pada 1982 untuk memperebutkan wilayah tersebut. Dalam perang itu, sebanyak 649 tentara Argentina dan 255 personel militer Inggris dilaporkan tewas.

Setelah konflik berakhir, Inggris tetap mempertahankan kendali atas kepulauan tersebut. Sebagian besar penduduk setempat juga menyatakan keinginan untuk tetap menjadi bagian dari Inggris.

Di sisi lain, Argentina telah lama berpendapat bahwa negara itu mewarisi kepulauan tersebut dari Spanyol setelah memperoleh kemerdekaan pada 1816. Pemerintah Argentina juga menilai Inggris mengambil alih wilayah tersebut pada 1833 melalui tindakan kolonial yang tidak sah.

Baca Juga: Kapal yang Melintasi Selat Hormuz Menurun Setelah AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran

Dalam perayaan kemenangan atas Inggris, dua pemain Argentina, Lisandro Martinez dan Giovani Lo Celso, terlihat memegang spanduk tersebut sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepada para pendukung di tribun. Belum diketahui dari mana spanduk itu berasal.

Kontroversi mengenai penggunaan spanduk bernuansa politik bukan kali pertama terjadi dalam gelaran Piala Dunia tahun ini. Bulan lalu di Los Angeles, sejumlah warga Amerika keturunan Iran mengibarkan bendera era sebelum revolusi yang menjadi simbol protes terhadap pemerintah Teheran saat tim nasional Iran bertanding.

Meski demikian, pertandingan tersebut berlangsung tanpa insiden lebih lanjut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×