kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sempat terhenti gara-gara demo, ladang minyak Irak kembali produksi


Senin, 30 Desember 2019 / 15:17 WIB
Sempat terhenti gara-gara demo, ladang minyak Irak kembali produksi
ILUSTRASI. Ladang minyak Nahr Bin Umar, Basra Utara, Irak, 16 September 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Aksi protes telah mencengkeram Irak sejak 1 Oktober lalu. Pengunjuk rasa yang kebanyakan masih muda menuntut perombakan sistem politik yang mereka anggap korup dan membuat sebagian besar rakyat Irak jatuh miskin.

Cuma, unjuk rasa yang berlangsung di seluruh negeri sering berakhir dengan kekerasan. Lebih dari 450 pengunjuk rasa tewas dalam aksi yang sudah berlangsung hampir tiga bulan itu.

Baca Juga: Rumor: OPEC + bakal pangkas lagi produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari

Para pengunjuk rasa juga menuntut penunjukan perdana menteri tanpa afiliasi partai dan penghapusan seluruh elit penguasa yang mereka anggap memperkaya diri sendiri dari negara dan melayani kekuatan asing terutama Iran.

Menurut pendemo, banyak warga Irak merana dalam kemiskinan tanpa pekerjaan, perawatan kesehatan, atau pendidikan gara-gara para elit penguasa yang korup.


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×