Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sergey Brin kembali naik ke jajaran teratas orang terkaya dunia. Pendiri Google itu kini menempati posisi orang terkaya nomor tiga dunia, setelah kekayaannya melonjak seiring reli saham Alphabet yang menembus kapitalisasi pasar US$ 4 triliun.
Kenaikan ini membuat Brin melampaui pendiri Amazon Jeff Bezos dan bos Oracle Larry Ellison. Ia hanya berada di bawah sesama pendiri Google, Larry Page, serta Elon Musk.
Lonjakan kekayaan Brin terjadi setelah saham Alphabet, induk usaha Google, mencetak rekor baru pada Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Desember 2025: Larry Ellison Geser Larry Page
Saham Alphabet naik 1,3% ke level sedikit di atas US$ 337, meski sempat menguat hingga 2,4% di awal perdagangan. Dalam tujuh hari perdagangan terakhir, saham Alphabet sudah melonjak 6,6%.
Sebaliknya, saham Oracle turun 1,5%, sementara saham Amazon melemah hampir 2%.
Pada awal pekan ini, Alphabet resmi menjadi perusahaan keempat di dunia yang mencapai valuasi pasar US$ 4 triliun, menyusul Nvidia, Microsoft, dan Apple. Namun, Microsoft dan Apple kemudian kembali turun di bawah level tersebut.
Penguatan saham Alphabet juga ditopang oleh kesepakatan strategis baru dengan Apple. Apple mengumumkan akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google sebagai fondasi model AI mereka, termasuk untuk generasi terbaru Siri, asisten virtual Apple.
Baca Juga: Kekayaan Larry Page Lampaui Larry Ellison, Jadi Orang Terkaya Nomor Dua di Dunia
Sepanjang 2025, saham Alphabet telah melonjak sekitar 65%, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 2009, ketika saham perusahaan naik hampir 93%.
Berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List, kekayaan bersih Sergey Brin kini mencapai sekitar US$ 255,6 miliar, bertambah US$ 4,9 miliar atau 1,9%.
Ia berada di bawah Larry Page dengan kekayaan US$ 277 miliar dan Elon Musk yang masih memimpin dengan harta sekitar US$ 725,3 miliar.
Jeff Bezos berada di posisi keempat dengan kekayaan US$ 253,2 miliar, disusul Larry Ellison di peringkat kelima dengan US$ 251,3 miliar.
Alphabet dinilai semakin kokoh sebagai pemain utama di sektor AI. Pada 2025, perusahaan ini merilis Gemini 3 yang mendapat sambutan positif, serta memperkenalkan Ironwood, generasi ketujuh chip AI mereka.
Baca Juga: Saham Alphabet Melonjak, Sergey Brin Jadi Orang Terkaya ke-3 Dunia
Analis Citi menyebut Alphabet sebagai salah satu saham unggulan untuk pertumbuhan 2026, dengan sekitar 70% pelanggan Google Cloud telah menggunakan produk AI Google.
Analis Cantor Fitzgerald, Deepak Mathivanan, menilai Google memiliki jejak terkuat di industri AI berkat investasi jangka panjangnya. Menurutnya, investasi selama satu dekade membuat para pesaing sulit mengejar ketertinggalan.













