Sumber: Investopedia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan.
Melansir Investopedia.com, harga Bitcoin turun ke level terendah tahun ini pada Selasa (3/2/2026), bahkan sempat menembus di bawah US$ 73.000. Menurut data perusahaan riset Messari, harga tersebut merupakan level terendah sejak November 2024.
Seiring dengan penurunan Bitcoin, saham-saham yang terkait dengan kripto juga mengalami tekanan. Saham Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), Circle (CRCL), dan Gemini (GEMI) kompak melemah, dengan masing-masing mencatat penurunan setidaknya 15% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Belum ada kepastian kapan pasar kripto akan mendapatkan sentimen positif. Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan adanya “zona nilai” di kisaran pertengahan US$ 70.000. Namun, pergerakan terbaru menunjukkan Bitcoin masih sulit bertahan, meski sebelumnya sempat diperdagangkan di atas US$ 76.000.
Penurunan harga Bitcoin juga terjadi bersamaan dengan aksi jual pada aset berisiko lainnya. Saham-saham teknologi besar di Amerika Serikat mengalami tekanan, sehingga membebani indeks pasar saham utama. Di sisi lain, harga emas dan perak justru mengalami rebound.
Baca Juga: AS Mengklaim Sekitar 30 Negara Ingin Bergabung Dalam Klub Mineral Penting
Di tengah tekanan pasar, pembawa acara CNBC Jim Cramer secara terbuka meminta Michael Saylor, investor besar Bitcoin sekaligus pendiri Strategy, untuk turun tangan membantu menahan penurunan harga.
“Pesan untuk Michael Saylor, kami melihat level US$ 73.802 sebagai garis batas penting bagi Bitcoin. Saatnya melakukan penerbitan obligasi konversi tanpa kupon lagi untuk menghentikan penurunan ini,” ujar Cramer di media sosial, merujuk pada salah satu skema pendanaan yang pernah digunakan Strategy untuk membeli Bitcoin. Strategy sendiri dilaporkan masih terus menambah kepemilikan Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, prospek pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat masih dipandang kurang optimistis. Berdasarkan kontrak prediksi di Polymarket, probabilitas tertinggi atau sekitar 48% menunjukkan harga Bitcoin berpotensi menyentuh level US$ 70.000 atau lebih rendah dalam waktu dekat.
Tonton: Asaki Curhat Gangguan Pasokan Bahan Baku Keramik dari Jabar, Menperin Telepon KDM
Sementara itu, kontrak prediksi jangka pendek di platform Kalshi juga belum memberikan sinyal positif. Para pelaku pasar memperkirakan harga Bitcoin pada akhir Februari berpeluang ditutup di bawah level saat ini.













