Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengungkapkan, sekitar 30 negara ingin bergabung dengan klub sekutu dan mitra dalam perdagangan mineral penting untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Dalam sebuah konferensi pada Selasa (3/2/2026), Burgum, yang juga memimpin Dewan Dominasi Energi Nasional AS, mengatakan negara-negara termasuk Jepang, Australia, dan Korea Selatan telah bergabung dengan klub tersebut.
“Kami berencana untuk mengumumkan sebanyak 11 perjanjian lagi minggu ini,” kata Burgum pada konferensi Pusat Studi Strategis dan Internasional seperti dilansir dari Reuters.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi Global Menembus Rekor
Selain itu, hingga 20 negara lagi memiliki minat kuat untuk bergabung dengan klub tersebut, yang akan memiliki perdagangan dan pertukaran bebas tarif serta harga minimum untuk mineral, kata Burgum.
“Biasanya Amerika Serikat adalah pendukung pasar bebas, kami tidak suka mencampuri pasar. Tetapi jika ada seseorang yang dominan, yang dapat membanjiri pasar dengan material tertentu, mereka memiliki kemampuan untuk menghancurkan nilai ekonomi suatu perusahaan atau produksi suatu negara,” kata Burgum.
Washington telah berupaya untuk mengimbangi manipulasi Harga oleh China untuk lithium, nikel, logam tanah jarang, dan mineral penting lainnya—yang vital untuk pembuatan kendaraan listrik, persenjataan berteknologi tinggi, dan elektronik.
Baca Juga: Kesepakatan Dagang India-AS Pangkas Tarif, Dorong Ekspor dan Angkat Pasar
Presiden Donald Trump pada hari Senin meluncurkan cadangan mineral strategis yang dikenal sebagai Proyek Vault yang didukung oleh pinjaman US$ 10 miliar dari Bank Ekspor-Impor AS dan hampir US$ 2 miliar modal swasta yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan swasta. Departemen Pertahanan AS memiliki cadangan sendiri.
Burgum mengatakan harga dasar yang didukung oleh klub mineral akan menarik modal jangka panjang. "Sektor swasta dapat terlibat dan melakukan investasi di bidang pertambangan dan pengolahan, karena mengetahui akan ada pasar dan mereka tidak perlu khawatir akan terjadi penurunan drastis," kata Burgum.











