kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Seribu pasukan ISIS melarikan diri dari Irak dengan bekal uang tunai US$ 200 juta


Senin, 18 Februari 2019 / 14:36 WIB

Seribu pasukan ISIS melarikan diri dari Irak dengan bekal uang tunai US$ 200 juta

KONTAN.CO.ID - DAMASKUS. Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS dalam beberapa bulan ke belakang terus dipukul mundur. Lebih dari 1.000 pejuang ISIS juga diperkirakan telah melarikan diri dari Suriah ke pegunungan dan padang pasir di Irak barat dalam enam bulan terakhir.

Seorang pejabat militer Amerika Serikat bahkan memperkirakan para militan tersebut memiliki uang tunai hingga US$ 200 juta di tangan mereka.


Seperti diberitakan CNN, pejuang ISIS terus melarikan diri termasuk ketika pertempuran terakhir telah berlangsung di Suriah tenggara. Beberapa pejuang terakhir juga diyakini sebagai bekas anggota Al Qaeda di Irak.

Seorang diplomat senior Amerika Serikat menyebut pasukan Pasukan Demokratis Suriah alias Syrian Democratic Forces (SDF) dan Amerika Serikat masih mengalami kedala untuk memotong jaringan pendapatan finansial dari tentara ISIS.

Awal bulan ini, Joseph Votel, jenderal bintang empat yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah memperkirakan ada 20.000 hingga 30.000 pejuang ISIS yang tersisa. Rinciannya sebanyak 15.500 hingga 17.100 militan ISIS di Irak dan 14.000 pasukan lainnya di Suriah.

Sejumlah pihak diduga masih menjadi lumbung uang bagi gerilyawan ISIS. Termasuk dari pihak Iran.

Sementara itu Jenderal Qasem Soleimani, kepala Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Quds, disebut telah melakukan perjalanan ke Irak sebanyak 20 kali dalam tiga hingga empat tahun terakhir.

Soleimani berada dalam daftar pengawasan Dewan Keamanan PBB untuk mereka yang diduga terlibat dalam terorisme.

Para pejabat AS melacak peningkatan aksi milisi yang didukung Iran di Irak, serta sepak terjang bisnis maupun individu yang dilakukan untuk meningkatkan pengaruh dan kemampuan mereka untuk terlibat dalam kegiatan militansi. Mulai dari penyelundupan obat-obatan terlarang, penjualan senjata hingga minyak.


Sumber : CNN
Editor: Tendi

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×