kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Soal penyerahan jabatan Perdana Menteri, Mahathir: Janji adalah janji


Senin, 10 Februari 2020 / 04:00 WIB


Sumber: The Star | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mahathir kemarin mencatat bahwa kekuatan pengambilan keputusan di kepengurusan berada di tangan anggota parlemen. Dia juga mengatakan politisi memperlakukan masalah yang dihadapi rakyat dengan serius.

"Jika mereka (politisi) hanya tertarik pada posisi dan tidak peduli dengan masalah rakyat, mereka tidak akan bertahan lama.

Baca Juga: PM Malaysia: Lima proposal sudah masuk untuk Malaysia Airlines

"Jika kita gagal menyelesaikan kesengsaraan yang dihadapi oleh mayoritas, rakyat akan menolak kita (dalam pemilihan umum berikutnya)," katanya.

Mahathir juga mengungkapkan bahwa DAP tidak senang saat ia menghadiri Open House yang dihelat Gerakan untuk menyambut Tahun Baru China.

"Mereka adalah teman-teman saya. Ini adalah acara sosial, bukan acara politik. Saya tidak bisa meninggalkan teman-teman saya karena perbedaan politik," katanya.

Baca Juga: Emiten sektor CPO diuntungkan permintaan yang meningkat

Mahathir juga membantah bahwa dia sedang berusaha menciptakan aliansi politik baru setelah pembicaraan pembentukan Muafakat Nasional.

"Pertemuan saya dengan lawan politik disalahartikan sebagai upaya untuk membentuk aliansi baru," katanya.




TERBARU

[X]
×