Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Elon Musk kembali membuat gebrakan besar di dunia teknologi dan keuangan global. Perusahaan roket dan satelit miliknya, SpaceX, resmi mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI) miliknya yang lain, xAI, dalam sebuah kesepakatan yang menyatukan ambisi Musk di bidang antariksa dan kecerdasan buatan.
Langkah strategis ini menggabungkan perusahaan teknologi luar angkasa dengan pengembang chatbot Grok, sekaligus memperkuat integrasi antara teknologi AI dan infrastruktur satelit serta roket SpaceX.
Kesepakatan ini juga datang di saat yang sangat krusial: SpaceX tengah mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) besar-besaran yang berpotensi berlangsung secepatnya pada Juni tahun ini.
Valuasi Fantastis: SpaceX US$1 Triliun, xAI US$250 Miliar
Dalam kesepakatan tersebut, SpaceX dilaporkan memiliki valuasi sekitar US$1 triliun, sementara xAI dinilai sekitar US$250 miliar.
Artinya, entitas gabungan ini akan menjadi salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi terbesar dalam sejarah, bahkan sebelum melantai di bursa.
Baca Juga: Jelang IPO, SpaceX untuk Pertama Kali Merilis Kinerja, Raup Laba US$ 8 Miliar
Jika xAI berhasil menghimpun dana lebih dari US$25,6 miliar melalui IPO, maka pencatatan saham ini akan melampaui rekor IPO terbesar dunia yang saat ini masih dipegang oleh raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, pada 2019.
IPO SpaceX Diperkirakan Hidupkan Kembali Pasar IPO Global
Analis menilai IPO SpaceX-xAI berpotensi menjadi katalis kebangkitan pasar IPO global yang selama beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.
Pencatatan saham raksasa ini diprediksi akan mendorong perusahaan teknologi swasta besar lainnya seperti:
-
OpenAI (pembuat ChatGPT)
-
Anthropic (pesaing utama OpenAI)
untuk ikut masuk ke pasar publik.
Momentum ini bisa mengakhiri tren penundaan IPO yang terjadi di sektor teknologi sejak periode pengetatan likuiditas global.
Baca Juga: Perusahaan Elon Musk, SpaceX, Akan Gelar IPO Saat Posisi Jupiter dan Venus Sejajar
Daftar IPO Terbesar di Dunia Sepanjang Sejarah
Berikut adalah daftar IPO terbesar secara global berdasarkan nilai dana yang dihimpun, menurut data Renaissance Capital:
| Perusahaan | Tanggal IPO | Sektor | Nilai IPO |
|---|---|---|---|
| Saudi Aramco | 5 Des 2019 | Energi | US$25,6 miliar |
| Alibaba | 18 Sep 2014 | Teknologi | US$21,8 miliar |
| SoftBank Corp | 10 Des 2018 | Jasa Komunikasi | US$21,3 miliar |
| NTT Mobile | 22 Okt 1998 | Jasa Komunikasi | US$18,1 miliar |
| Visa | 18 Mar 2008 | Keuangan | US$17,9 miliar |
| AIA | 21 Okt 2010 | Keuangan | US$17,8 miliar |
| ENEL SpA | 1 Nov 1999 | Utilitas | US$16,5 miliar |
| Meta (Facebook) | 17 Mei 2012 | Teknologi | US$16 miliar |
| General Motors | 17 Nov 2010 | Konsumer | US$15,8 miliar |
| ICBC | 20 Okt 2006 | Keuangan | US$13,96 miliar |
Jika rencana IPO SpaceX-xAI terealisasi sesuai ekspektasi, maka perusahaan ini berpeluang menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal dunia.













