kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.038   30,00   0,17%
  • IDX 6.283   48,43   0,78%
  • KOMPAS100 825   6,52   0,80%
  • LQ45 629   4,92   0,79%
  • ISSI 217   1,40   0,65%
  • IDX30 353   3,23   0,92%
  • IDXHIDIV20 434   3,14   0,73%
  • IDX80 94   0,70   0,75%
  • IDXV30 120   0,82   0,69%
  • IDXQ30 113   0,78   0,70%

Stok menipis, sebuah kota di China cegat pengiriman masker untuk kota lain


Kamis, 06 Februari 2020 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang memakai masker di Yuyuan Garden selama liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang, saat wabah virus corona melanda China, di Shanghai, 6 Februari 2020. REUTERS/Aly Song


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sebuah kota di China dengan hanya delapan kasus virus corona baru dituduh mencegat pengiriman masker bedah menuju kota dengan 400 kasus, yang memicu kemarahan di media sosial.

Rumahsakit di kota besar dan kecil di Tiongkok sedang mencari persediaan peralatan khususnya masker. Sebab, jumlah kasus virus corona terus bertambah, mendekati angka 30.000 orang.

Melansir Reuters, media milik Pemerintah China melaporkan, Pemerintah Kota Dali, di Provinsi Yunnan, Barat Daya China, dituding melakukan "permintaan darurat" atas pengiriman masker yang menuju Kota Chongqing.

Baca Juga: Malaysia melaporkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke manusia

Pemerintah Chongqing mendesak Dali untuk mengembalikan masker mereka. Tapi, Pemerintah Dali mengatakan pada Rabu (5/2), mereka telah membagikan 598 kotak masker tersebut sehingga tidak bisa mengambilnya.

Perbuatan Pemerintah Dali itu menimbulkan kemarahan luas di media sosial China, dengan banyak pengguna menuduh kota itu melakukan pencurian.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×