kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Studi terbaru: Wanita berusia 40-an dan 50-an lebih berisiko alami Long Covid


Rabu, 24 Maret 2021 / 23:45 WIB
Studi terbaru: Wanita berusia 40-an dan 50-an lebih berisiko alami Long Covid


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Wanita berusia 40-an dan 50-an tampaknya lebih berisiko mengalami masalah jangka panjang setelah keluar dari rumah sakit pasca sembuh dari Covid-19. 

Mereka bakal berbulan-bulan menderita gejala persisten, seperti kelelahan, sesak napas, dan kabut otak, dua penelitian di Inggris menemukan fakta tersebut yang dirilis Rabu (24/3).

Melansir Reuters, salah satu studi menunjukkan, lima bulan setelah meninggalkan rumahsakit, pasien Covid-19 paruh baya, berkulit putih, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki masalah kesehatan lain, seperti diabetes, paru-paru, atau penyakit jantung, cenderung untuk melaporkan gejala Long Covid.

"Studi kami menemukan, mereka yang memiliki gejala berkepanjangan paling parah cenderung wanita kulit putih berusia sekitar 40 hingga 60 tahun yang memiliki setidaknya dua kondisi kesehatan jangka panjang," kata Chris Brightling, profesor kedokteran pernapasan di Universitas Leicester yang ikut memimpin studi yang dikenal sebagai PHOSP-COVID.

Baca Juga: Penyintas Covid-19 perlu tingkatkan kesadaran terkait long covid

Studi kedua yang dipimpin oleh International Severe Acute Respiratory dan Emerging Infections Consortium (ISARIC) memperlihatkan, wanita di bawah 50 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan masalah kesehatan jangka panjang yang lebih buruk dibanding pria dan perempuan yang lebih tua.

Bahkan, jika mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

“Semakin jelas, Covid-19 memiliki konsekuensi besar bagi mereka yang selamat dari penyakit tersebut,” ujar Tom Drake, peneliti klinis di Universitas Edinburgh yang ikut memimpin studi ISARIC.

"Kami menemukan, wanita yang lebih muda kemungkinan besar memiliki masalah jangka panjang yang lebih buruk," imbuh dia.

Gejala kecemasan

Studi ISARIC, yang mencakup 327 pasien, menemukan, wanita di bawah 50 tahun dua kali lebih mungkin melaporkan kelelahan, tujuh kali lebih mungkin mengalami sesak napas, dan juga lebih mungkin memiliki masalah yang berkaitan dengan memori, mobilitas, serta komunikasi.

Baca Juga: Peringatan WHO: Covid-19 memiliki konsekuensi sosial, ekonomi, kesehatan yang parah




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×