kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Sudah lebih dari 20.000 orang meninggal, WHO: Corona adalah ancaman kemanusiaan


Kamis, 26 Maret 2020 / 11:37 WIB
Sudah lebih dari 20.000 orang meninggal, WHO: Corona adalah ancaman kemanusiaan
ILUSTRASI. Pemakaman korban virus corona. WHO menyebut virus corona telah mengancam kemanusiaan usai lebih dari 20.000 orang meninggal di seluruh dunia. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Lebih dari tiga miliar orang hidup di bawah tindakan penguncian karena melambungnya jumlah kematian akibat virus corona. Hal ini makin meningkatkan peringatan WHO bahwa pandemi virus corona telah mengancam seluruh umat manusia.

Ketika angka kematian global melonjak melewati angka 20.000, Spanyol bergabung dengan Italia yang melihat jumlah kematiannya menyusul China, di mana virus pertama kali muncul tiga bulan lalu.

Baca Juga: Kapal perang AS kembali sambangi Selat Taiwan di tengah ketegangan Taiwan-China

"Covid-19 mengancam seluruh umat manusia dan seluruh umat manusia harus melawan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres seperti dikutip South China Morning Post.

"Tindakan global dan solidaritas sangat penting. Respons masing-masing negara tidak akan cukup,” katanya.

Negara-negara utama G20 akan mengadakan konferensi video darurat pada hari Kamis ini untuk membahas tanggapan global terhadap krisis.

Kerusakan ekonomi dari virus corona dan respons dalam bentuk lockdown juga bisa menghancurkan, dengan kekhawatiran akan resesi di seluruh dunia yang bisa lebih buruk daripada krisis keuangan yang terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Di sisi lain, China Daratan melaporkan hari kedua berturut-turut tidak adanya infeksi coronavirus lokal baru ketika pusat epidemi di provinsi Hubei membuka perbatasannya. Tetapi sayangnya kasus corona impor justru meningkat ketika Beijing meningkatkan kontrol untuk mencegah kebangkitan infeksi ini di seluruh negeri.

Baca Juga: Gara-gara corona, resesi Singapura diprediksi semakin dekat

Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan ada 67 kasus baru dilaporkan pada akhir Rabu, naik dari 47 kasus pada hari sebelumnya yang semuanya adalah kasus impor. 

Komisi juga melaporkan total 3.287 kasus kematian pada akhir Rabu, naik enam dari hari sebelumnya. Semua pasien baru ini adalah pelancong yang datang ke China dari luar negeri.

Khawatir gelombang infeksi baru dari kasus impor, pihak berwenang telah meningkatkan tindakan karantina dan penyaringan di kota-kota besar lainnya termasuk Beijing, di mana setiap pelancong yang datang dari luar negeri harus tunduk pada karantina terpusat.

Baca Juga: Dilema dokter Israel di Italia: Kami tak tolong mereka yang berusia di atas 60 tahun

Sementara itu, otoritas New York melakukan mobilisasi untuk menghadang potensi bencana kesehatan masyarakat di kota itu dengan kemunculannya sebagai hot spot virus corona terbesar di Amerika Serikat.

Sebuah kamar mayat darurat didirikan di luar Rumah Sakit Bellevue, dan personel kepolisian New York semakin berkurang karena semakin banyak personel yang jatuh sakit di tengah upaya menegakkan imbauan jarak sosial.



TERBARU

[X]
×