kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tahan lonjakan kasus COVID-19, Vietnam tutup 4 kawasan industri termasuk pabrik Apple


Selasa, 18 Mei 2021 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Seorang buruh memakai masker saat melakukan pekerjaannya di pabrik Ngoc Nu yang membuat selimut, bantal, dan kasur di tengah wabah COVID-19 di Hanoi, Vietnam, Senin (1/6/2020). REUTERS/Kham.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HANOI. Provinsi Bac Giang di Vietnam menutup sementara empat kawasan industri, termasuk tiga fasilitas produksi Foxconn asal Taiwan, karena wabah COVID-19.

Keempat kawasan industri tersebut akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut, Komite Rakyat Provinsi Bac Giang mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa (18/5).

"Kami berharap, tindakan itu akan dilakukan hanya dalam dua minggu, tetapi itu tergantung pada situasi wabah," kata Le Anh Duong, Ketua Komite Rakyat Bac Giang, seperti dikutip Reuters.

Foxconn pada Selasa mengonfirmasi operasional pabriknya di Bac Giang telah ditangguhkan.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di India tembus 25 juta, badai di Gujarat memperumit krisis

"Beberapa anak perusahaan bekerja sama dengan kebijakan anti-epidemi pemerintah daerah secara keseluruhan di Provinsi Bac Giang di Vietnam," sebut Foxconn kepada Reuters dalam pernyataan melalui e-mail.

Sepertiga kasus Vietnam

Pada Januari lalu, Vietnam memberikan izin kepada satu unit Foxconn untuk membangun pabrik senilai US$ 270 juta yang memproduksi laptop dan tablet.

Foxconn memindahkan beberapa perakitan iPad dan MacBook ke Vietnam dari China atas permintaan Apple Inc, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut pada November tahun lalu.

Langkah itu ketika perusahaan negeri paman Sam mendiversifikasi produksi untuk meminimalkan dampak ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat.

Baca Juga: WHO: Terjadi penurunan kasus COVID-19, tapi situasi tetap memprihatinkan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×