kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Taiwan meningkatkan tingkat respons epidemi ke level tertinggi virus corona


Kamis, 27 Februari 2020 / 11:19 WIB
Taiwan meningkatkan tingkat respons epidemi ke level tertinggi virus corona
ILUSTRASI. Konferensi pers kematian pertama kasus Covid-19 di Taiwan

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan pada hari Kamis (27/2) menaikkan tingkat respons epidemi ke level tertinggi. Negara tersebut saat ini menyiapkan anggaran US$ 2 miliar untuk meredam dampak wabah virus corona pada ekonomi yang bergantung pada ekspor.

Langkah ini memungkinkan pemerintah untuk mengatasi wabah virus dengan cara yang jauh lebih cepat dengan lebih banyak sumber daya di berbagai kementerian, kutip Reuters dari laporan Central News Agency.

Baca Juga: Facebook melarang iklan yang menyesatkan tentang virus corona

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengumumkan keputusan itu dalam pertemuan kabinet pada hari Kamis. Penularan terhadap penyakit itu kepada masyarakat di pulau itu telah mencapai 32 kasus virus corona dengan satu kematian.

Itu terjadi beberapa hari setelah parlemen Taiwan menyetujui paket T$ 60 miliar (US$ 2 miliar) untuk melunakkan dampak dari virus terhadap ekonominya. Anggaran itu mencakup pinjaman untuk usaha kecil, subsidi untuk agen perjalanan yang sangat terpukul, dan bahkan voucher belanja untuk makanan di Taiwan. 

"Ketika wabah epidemi internasional semakin serius dari hari ke hari, Taiwan perlu meningkatkan pertahanannya terhadap virus," kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ketika mengawasi pasukan yang ditugaskan melakukan desinfeksi pada Kamis pagi.

Baca Juga: Anwar Ibrahim setia menanti keputusan raja Malaysia untuk jadi perdana menteri

"Kami akan mengintegrasikan semua sumber daya pemerintah untuk memerangi ancaman virus corona."

Pulau itu sebagian besar menangguhkan hubungan perjalanan dan pariwisata dengan China untuk mengekang penyebarannya dan menyarankan warga agar tidak mengunjungi Korea Selatan.



TERBARU

[X]
×