kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Taiwan Siaga, 39 Pesawat Tempur dan Perang China Dekati Zona Pertahanannya


Senin, 24 Januari 2022 / 05:59 WIB
Taiwan Siaga, 39 Pesawat Tempur dan Perang China Dekati Zona Pertahanannya
ILUSTRASI. Pemerintah Taiwan melaporkan serangan terbesar sejak Oktober oleh angkatan udara China di zona pertahanan udaranya.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Pada Minggu (23/1/2022), Pemerintah Taiwan melaporkan serangan terbesar sejak Oktober oleh angkatan udara China di zona pertahanan udaranya. 

Melansir Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan terdapat 39 pesawat yang mendekati zona pertahanan udaranya. Kejadian ini memicu peningkatan ketegangan terbaru antara kedua negara.

Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri, telah mengeluhkan misi berulang oleh angkatan udara China di dekat Taiwan, seringkali di bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udara atau ADIZ, dekat dengan Taiwan- Kepulauan Pratas yang dikuasai. Aksi China sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun. 

Taiwan menyebut aktivitas militer China yang berulang di dekat wilayahnya sebagai "zona abu-abu", yang dirancang untuk melemahkan kekuatan Taiwan dengan membuat mereka berulang kali terkejut, juga untuk menguji tanggapan Taiwan.

Baca Juga: Jepang: Situasi Keamanan di Indo-Pasifik Tidak Stabil dan Semakin Buruk

Menurut informasi Kementerian Pertahanan Taiwan, misi China terbaru termasuk 34 pesawat tempur ditambah empat pesawat perang elektronik dan satu pembom.

Pesawat itu terbang di daerah di timur laut Pratas, berdasarkan peta yang disediakan kementerian.

Kementerian Pertahanan mengatakan, Taiwan mengirim pesawat tempur untuk memperingatkan pesawat China, sementara sistem rudal dikerahkan untuk memantau mereka.

Tidak ada komentar langsung dari China, yang di masa lalu mengatakan langkah-langkah seperti itu adalah latihan yang bertujuan untuk melindungi kedaulatan negara.

Baca Juga: China Janji Tidak akan Bully Tetangganya di Laut China Selatan

China telah meningkatkan tekanan pada Taiwan untuk menerima klaim kedaulatannya. Pemerintah Taiwan mengatakan pihaknya menginginkan perdamaian tetapi akan membela diri jika diserang.

Tidak jelas apa yang mungkin mendorong kegiatan hari Minggu. Aksi China sering kali dilakukan bertepatan dengan kunjungan pejabat tinggi asing ke Taiwan, atau bertepatan dengan tanggal-tanggal penting tertentu.

Taiwan telah melaporkan, hampir setiap hari angkatan udara China masuk ke wilayah udara yang sama sejak itu, tetapi jumlah pesawat pada hari Minggu adalah yang terbesar dalam satu hari sejak serangan Oktober.

Tidak ada tembakan yang dilepaskan dan pesawat China tidak terbang di wilayah udara Taiwan, melainkan di wilayah ADIZ. Ini merupakan area yang lebih luas dipantau oleh patroli Taiwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×