kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Tak diundang dalam pertemuan WHO, Taiwan: China menghambat kami


Senin, 09 November 2020 / 20:45 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Hingga saat ini, Taiwan masih belum menerima undangan pertemuan utama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan digelar pekan ini. Taipe mengklaim, ada campur tangan China.

Pertemuan WHO pekan ini akan fokus membahas mengenai upaya penanganan pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia.

Perwakilan Amerika Serikat (AS) di WHO minggu lalu telah mendesak Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk mengundang Taiwan. Tetapi, WHO justru memerintahkan Taiwan untuk datang ke Majelis Kesehatan Dunia (WHA).

Pada Minggu (8/11), Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan, pihaknya belum menerima undangan ke pertemuan virtual WHO yang akan dihadiri 194 negara anggota.

Baca Juga: Trump kalah dari Biden, Taiwan kini ketar-ketir soal nasibnya melawan China

"Kementerian Luar Negeri mengungkapkan penyesalan dan ketidakpuasan yang kuat atas hambatan China terhadap Taiwan yang berpartisipasi dalam WHO," tulis Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters.

"Dan, WHO yang terus mengabaikan kesehatan dan hak asasi manusia dari 23,5 juta orang Taiwan," imbuh mereka.

Ada alasan politis 

Taipe menilai ada alasan politis di balik tidak diundangnya Taiwan dalam pertemuan tersebut. Menurut Kementerian Luar Negeri Taiwan, perilaku tersebut tidak sesuai dengan visi WHO, “health for all”.

Sampai saat ini Taiwan masih sulit mendapatkan akses menuju sebagian besar organisasi internasional, termasuk WHO, karena ada keberatan dari China.

Baca Juga: Pesawat tempur China masuki Selat Taiwan sebanyak 25 hari selama Oktober




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×