kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Taktik Mahathir: Mengundurkan diri agar suksesi Anwar Ibrahim gagal


Senin, 24 Februari 2020 / 14:29 WIB
Taktik Mahathir: Mengundurkan diri agar suksesi Anwar Ibrahim gagal
ILUSTRASI. Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. REUTERS/Bazuki Muhammad

Sumber: The Straits Times,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Langkah pengunduran diri itu kemungkinan bersifat taktis, dengan pandangan untuk membatalkan perjanjian transisi Pakatan Harapan di mana Anwar seharusnya menggantikan Dr Mahathir yang berusia 94 tahun sebelum pemilihan berikutnya yang jatuh tempo pada 2023.

"Tidak, Agong akan menolak pengunduran diri dengan mengatakan Mahathir mendapat dukungan dari mayoritas Parlemen," kata seorang sumber kepada The Straits Times, merujuk pada Raja Malaysia.

Baca Juga: Sumber: Mahathir akan mengikat partai-partai oposisi untuk bentuk pemerintahan baru

Namun, tidak ada kepastian apakah Raja, yang akan bertemu dengan Anwar pada pukul 2.30 sore, akan menerima pengunduran diri atau meminta Dr Mahathir untuk tetap menjabat. 

Sebelumnya, Reuters memberitakan isu pengunduran diri Mahathir Mohammad. Kabar tersebut diungkapkan oleh dua orang sumber yang mengetahui langsung tentang masalah ini. Isu ini muncul di tengah pembicaraan pembentukan koalisi baru untuk memerintah Malaysia.

Baca Juga: Politik Malaysia memanas, begini kronologi Mahathir dikabarkan mengundurkan diri

Mahathir, 94 tahun, menjabat pada Mei 2018 untuk kedua kalinya sebagai perdana menteri.

Saat dikonfirmasi mengenai masalah ini, seorang juru bicara dari kantor perdana menteri Malaysia menolak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa sebuah pernyataan akan segera dirilis hari ini.

Baca Juga: Sumber: PM Malaysia Mahathir kirim surat pengunduran diri ke Raja

Sumber Reuters menolak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.



TERBARU

[X]
×