kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Tarif Baru Trump Picu Kepanikan di Industri Otomotif Global


Kamis, 27 Maret 2025 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A Ford Motor assembly worker works on a Ford Mustang vehicle at the Ford Motor Flat Rock Assembly Plant in Flat Rock, Michigan, August 20, 2015. REUTERS/Rebecca Cook/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - DETROIT/WASHINGTON. Industri otomotif Amerika Serikat (AS) dan produsen globalnya terguncang pada Rabu (26/3).

Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25% untuk semua kendaraan dan suku cadang otomotif yang diimpor ke AS.

Jika diberlakukan dalam jangka panjang, tarif ini berpotensi menambah ribuan dolar pada harga rata-rata kendaraan di AS dan menghambat produksi mobil di seluruh Amerika Utara.

Hal ini disebabkan oleh jaringan manufaktur yang telah saling terhubung antara AS, Kanada, dan Meksiko selama lebih dari tiga dekade.

Menurut perusahaan riset GlobalData, hampir setengah dari seluruh mobil yang terjual di AS tahun lalu berasal dari impor.

Baca Juga: Trump Mengguncang Industri Otomotif, Umumkan Tarif 25% untuk Mobil Impor

Dampak Langsung di Pasar Saham

Pengumuman ini memicu aksi jual saham otomotif. Saham General Motors anjlok 8% dalam perdagangan setelah pasar tutup. Sementara Ford dan Stellantis, induk perusahaan Chrysler, masing-masing turun sekitar 4,5%.

Di Asia, saham Toyota, Honda, dan Hyundai turun antara 3% hingga 4%. Sementara itu, saham Tesla, yang memproduksi semua kendaraannya di AS tetapi masih bergantung pada beberapa komponen impor, turun 1,3%.

Trump menyatakan bahwa tarif ini dapat berdampak netral atau bahkan menguntungkan Tesla.

Namun, CEO Tesla, Elon Musk, menanggapi di platform X bahwa kebijakan ini tetap akan berdampak pada harga suku cadang yang diimpor.

"Dampaknya terhadap biaya tidak bisa dianggap remeh," tulis Musk.

Baca Juga: Penguatan 5 Hari Beruntun Bursa Australia Terhenti Kamis (27/3), Dipicu Tarif Baru AS

Reaksi dari Pelaku Industri

Kebijakan tarif ini menambah ketidakpastian bagi bisnis dan mengguncang pasar global.

Trump berulang kali menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mendorong investasi otomotif di AS dibandingkan Kanada atau Meksiko.

Namun, Autos Drive America, kelompok yang mewakili produsen mobil asing seperti Honda, Hyundai, Toyota, dan Volkswagen, memperingatkan bahwa tarif ini akan menaikkan biaya produksi, mengurangi pilihan konsumen, serta berpotensi memangkas lapangan kerja di sektor manufaktur AS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×