kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Tarif Trump Guncang Pasar, Mata Uang Berisiko dan Kripto Tertekan


Jumat, 28 Februari 2025 / 14:06 WIB
Tarif Trump Guncang Pasar, Mata Uang Berisiko dan Kripto Tertekan
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump gestures on the day he signs an executive order in the Oval Office, at the White House in Washington, D.C., U.S. February 25, 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein 


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif impor yang akan diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong aksi jual besar-besaran pada mata uang berisiko dan aset kripto, Jumat (28/2).

Dolar AS justru mendapat dukungan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Pada Kamis (27/2), Trump mengonfirmasi bahwa tarif impor 25% untuk produk dari Meksiko dan Kanada serta tambahan 10% untuk barang dari China akan berlaku mulai 4 Maret 2025.

Keputusan ini mengecewakan pelaku pasar yang sebelumnya berharap ada penundaan lebih lanjut.

Baca Juga: Bitcoin Merosot ke Level $80.000, Pemula Bisa Ikuti Cara Memulai Investasi Kripto

Bitcoin dan Ethereum Terjun Bebas

Aksi jual di pasar aset berisiko semakin intensif, dengan Bitcoin anjlok lebih dari 5% ke level US$79.125,53, terendah sejak November 2024.

Ethereum (ETH) juga merosot 5% ke level US$2.099,37, titik terendah dalam lebih dari 13 bulan terakhir.

Kedua aset kripto tersebut berada di jalur penurunan bulanan terdalam sejak Juni 2022, setelah reli besar akhir tahun lalu yang dipicu optimisme terhadap kebijakan ekonomi Trump.

"Penurunan Bitcoin di bawah US$80.000 menunjukkan bahwa sentimen positif dari administrasi yang pro-kripto telah mereda," kata Joshua Chu, Co-Chair Hong Kong Web3 Association.

Baca Juga: Harga Bitcoin Terendah Sejak 11 November 2024, Sudah Anjlok 25% Sejak All Time High

Mata Uang Berisiko Tertekan

Dolar Australia (AUD) turun 0,4% ke $0,62105, level terendah dalam lebih dari tiga minggu.

Dolar Selandia Baru (NZD) melemah 0,5% ke $0,5599, menuju penurunan mingguan 1,9%.

Euro (EUR) berada di $1,0380, level terendah dua minggu, dan berpotensi mencatat penurunan mingguan 0,6%.

Dolar Kanada (CAD) melemah ke level terendah dalam tiga minggu di C$1,4452, dengan pelemahan mingguan 1,5%.

Sementara itu, Dolar AS (USD) terus menguat terhadap sekeranjang mata uang dunia. Indeks Dolar AS naik ke 107,42, memperpanjang lonjakan 0,8% pada Kamis.

"Pasar dikejutkan oleh ketidakpastian tarif. Jika tarif benar-benar diberlakukan pada April, dolar AS bisa tetap menguat," ujar Sim Moh Siong, analis valuta asing di Bank of Singapore.

Namun, di tengah penguatan ini, dolar AS masih dalam jalur penurunan bulanan lebih dari 1%, yang merupakan kinerja terburuk sejak Agustus 2024. Hal ini disebabkan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih banyak di tahun ini akibat lemahnya data ekonomi AS.

Baca Juga: 6 Pendapatan Pasif Terbaik di Tahun 2025 ala Robert Kiyosaki, Bitcoin Tak Termasuk

Pound dan Yen Bergerak Beragam

Poundsterling (GBP) turun 0,17% ke $1,2580, namun masih mencatat penguatan bulanan 1,6%, terbaik dalam lima bulan terakhir.

Poundsterling didukung oleh ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan lebih sedikit menurunkan suku bunga dibandingkan bank sentral lainnya.

Yen Jepang (JPY) melemah 0,1% ke 149,91 per dolar, namun masih naik 3,5% sepanjang Februari, kenaikan bulanan terbaik sejak Juli 2024.

Data menunjukkan inflasi inti di Tokyo tetap berada di atas target 2% Bank of Japan (BoJ), meningkatkan spekulasi bahwa BoJ akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini.

Selanjutnya: Pengembang Kritik Kementerian PKP

Menarik Dibaca: Hujan Turun di Wilayah Ini, Simak Ramalan Cuaca Besok (1/3) di Jawa Barat



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×