kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45904,45   14,65   1.65%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Teheran Kecilkan Laporan Serangan Israel, Pertanda Tak Ada Pembalasan Lebih Lanjut


Jumat, 19 April 2024 / 16:36 WIB
Teheran Kecilkan Laporan Serangan Israel, Pertanda Tak Ada Pembalasan Lebih Lanjut
ILUSTRASI. Israel's military displays what they say is an Iranian ballistic missile which they retrieved from the Dead Sea after Iran launched drones and missiles towards Israel, at Julis military base, in southern Israel April 16, 2024. REUTERS/Amir Cohen


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangkaian peristiwa mengguncang kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, terutama terjadi di Iran dan Israel. Pada hari Jumat, ledakan menggema di sebuah kota di Iran, yang sebagian besar disebut oleh sumber-sumber sebagai serangan yang dilakukan oleh Israel. 

Namun, Teheran mengecilkan kejadian tersebut dan menandakan bahwa mereka tidak berniat membalas, tampaknya untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Serangan tersebut tampaknya terbatas dalam skala, dan Iran memberikan respons yang relatif tidak bersuara. Hal ini menunjukkan berhasilnya upaya diplomatik yang telah dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut sejak serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran terhadap Israel pada Sabtu sebelumnya.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Kemendag: Belum Berdampak ke Perdagangan Luar Negeri

Media dan pejabat Iran menggambarkan ledakan tersebut sebagai akibat dari pertahanan udara Iran yang menyerang tiga drone di atas kota Isfahan. Mereka mengklaim bahwa ini bukanlah serangan dari Israel, melainkan oleh "penyusup", dan oleh karena itu tidak perlu adanya pembalasan.

Seorang pejabat Iran menyatakan kepada Reuters bahwa tidak ada rencana untuk memberikan tanggapan terhadap Israel terkait dengan insiden tersebut. Israel sendiri tidak memberikan komentar mengenai kejadian ini.

Kedua negara ini telah mengalami ketegangan sejak serangan udara Israel pada 1 April, yang menghancurkan bangunan di kompleks kedutaan Iran di Damaskus dan menewaskan sejumlah perwira Iran, termasuk seorang jenderal tinggi. 

Respons Iran dengan melakukan serangan langsung terhadap Israel merupakan yang pertama kalinya, meskipun tidak mengakibatkan korban jiwa dan hanya menyebabkan kerusakan kecil karena serangan balasan dari Israel dan sekutunya.

Baca Juga: Serangan Israel Mereda, Bitcoin Kembali Naik Ke Level US$ 64.000

Sejak insiden itu, negara-negara sekutu, termasuk Amerika Serikat, telah berupaya keras untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat memicu konflik yang lebih besar. 

Beberapa menteri luar negeri dari negara-negara Barat, seperti Inggris dan Jerman, bahkan mengunjungi Yerusalem minggu ini. Selain itu, sanksi terhadap Iran diperketat untuk menenangkan Israel.

Ada tekanan yang dirasakan di pemerintahan Israel untuk memberikan respons yang lebih keras. Seorang menteri keamanan nasional, Itamar Ben Gvir, men-tweet satu kata setelah serangan Jumat: "Lemah!".

Negara-negara di seluruh dunia juga menyerukan kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Disokong Serangan Israel ke Iran yang Guncang Pasar Global

Ketua Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan pentingnya menjaga stabilitas di kawasan tersebut dan mendorong semua pihak untuk menahan diri dari tindakan lebih lanjut. Seruan serupa juga datang dari Beijing dan negara-negara Arab di kawasan.

Dampak dari ketegangan ini juga terasa di pasar keuangan, di mana saham-saham global melemah, harga minyak melonjak, dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat turun karena kekhawatiran akan risiko yang terjadi.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×