kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Temuan Ini Bisa Identifikasi Orang Paling Berisiko Terkena Penyakit Parah Covid-19


Kamis, 13 Januari 2022 / 23:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WARSAWA. Ilmuwan Polandia menemukan gen yang mereka katakan memiliki risiko lebih dari dua kali lipat menjadi sakit parah saat terpapar Covid-19.

Penemuan ini, mereka harap bisa membantu dokter mengidentifikasi orang yang paling berisiko terkena penyakit parah ketika terjangkit virus corona.

Dengan keragu-raguan vaksin sebagai faktor utama di balik tingkat kematian akibat Covid-19 yang tinggi di Eropa Tengah dan Timur, para peneliti bilang, mengidentifikasi orang yang berisiko paling besar akan mendorong mereka untuk mendapatkan vaksin.

Dan, memberi mereka akses ke pilihan perawatan yang lebih intensif jika terinfeksi Covid-19.

"Setelah lebih dari satu setengah tahun bekerja, dimungkinkan untuk mengidentifikasi gen yang bertanggungjawab atas kecenderungan untuk menjadi sakit parah (saat terinfeksi Covid-19)," kata Menteri Kesehatan Polandia Adam Niedzielski.

Baca Juga: Peringatan WHO: Ada Risiko Lebih Besar dari Varian Baru Lebih Menular dan Mematikan

"Ini berarti, di masa depan kita akan bisa mengidentifikasi orang-orang dengan kecenderungan untuk menderita penyakit serius akibat Covid-19," ujarnya, Kamis (13/1), seperti dikutip Reuters.

Para peneliti dari Medical University of Bialystok, Polandia, menemukan, gen adalah faktor terpenting keempat yang menentukan seberapa serius seseorang menderita Covid-19, setelah usia, berat badan, dan jenis kelamin.

Gen tersebut hadir di sekitar 14% populasi Polandia dibandingkan dengan 8%-9% di Eropa secara keseluruhan dan 27% di India, Marcin Moniuszko, profesor yang bertanggungjawab atas penelitian itu, mengungkapkan.

Penelitian lain juga menunjukkan faktor genetik dalam seberapa serius Covid-19 berkembang.

Pada November tahun lalu, para ilmuwan Inggris mengatakan, mereka telah mengidentifikasi versi gen yang mungkin terkait dengan dua kali lipat risiko gagal paru-paru akibat Covid-19.




TERBARU

[X]
×