kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Terancam default yang ke-9, Argentina minta tambahan waktu untuk bayar utang


Senin, 02 September 2019 / 04:23 WIB
ILUSTRASI. Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral Presiden Argentina


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hasil polling primer pada 11 Agustus lalu itu memunculkan keraguan mengenai kemungkinan Macri menang dalam pemilu yang bakal digelar kurang dari 60 hari tersebut.

Analis mengatakan hasil polling menunjukkan warga Argentina sangat marah dengan kebijakan penghematan anggaran Macri.

Hasil polling tersebut dilihat sebagai opini publik menjelang pemili yang relatif akurat. Karena seluruh partai ikut serta dan partisipasi warga merupakan perintah.

"Pemerintah Argentina mencoba menghentikan kondisi ini melalui cadangan devisa negara yang tengah kering," jelas Fiona Macie, regional director untuk Amerika Latin di Economist Intelligence Unit (EIU) seperti yang dikutip CNBC.

Baca Juga: Pelemahan peso Argentina tidak berdampak signifikan terhadap rupiah

Dia melanjutkan, "Ini cukup masuk akal, namun kondisi ini lebih menunjukkan ketidakmampuan membayar utang ketimbang hanya isu likuiditas."

Macri memang meminjam dana dari IMF pada tahun lalu senilai US$ 57 miliar dengan perjanjian dia akan mengimplementasikan kebijakan penghematan untuk mmemangkas besarnya utang negara dan membayar utangnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×