kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Terbitkan buku kontroversial, mantan penasehat sebut Trump tak tahu apa-apa


Senin, 22 Juni 2020 / 11:23 WIB
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump waves to reporters in the pouring rain as he departs for travel to Dallas, Texas from the South Lawn at the White House in Washington, U.S., June 11, 2020. REUTERS/Kevin Lamarque 


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Trump tidak mau melakukan pembelajaran sistematis dan tak banyak membaca. Bahkan Bolton bilang pengarahan intelijen seharusnya dilakukan setiap hari untuk 'mendidik' Trump.

Mengenai keamanan nasional, Bolton mengatakan tidak ada kebijakan nyata. Trump tampaknya menganggap hubungan pribadi yang baik dengan Xi Jinping, Vladimir Putin Rusia dan Kim Jong-un setara dengan hubungan baik antara Amerika Serikat dan negara mereka masing-masing.

Baca Juga: China melaporkan 18 kasus virus corona baru, 9 di antaranya di Beijing

“Saya pikir dia tidak cocok untuk berada di posisi ini, tidak berpikir dia memiliki kompetensi untuk melaksanakan pekerjaan," kata Trump.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×