kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Terdampak corona, maskapai Airlines Holdings Inc pangkas 30% jumlah karyawan


Kamis, 28 Mei 2020 / 15:27 WIB
Terdampak corona, maskapai Airlines Holdings Inc pangkas 30% jumlah karyawan
ILUSTRASI. American Airlines passenger planes crowd a runway where they are parked due to flight reductions to slow the spread of coronavirus disease (COVID-19), at Tulsa International Airport in Tulsa, Oklahoma, U.S. March 23, 2020. REUTERS/Nick Oxford TPX IMAGES O

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TEXAS. Pandemi Corona semakin menekan industri penerbangan hingga harus memangkas jumlah karyawan. Salah satu maskapai yang terdampak adalah United Airlines Holdings Inc.

Maskapai ini akan mengurangi staf manajemen dan administrasi sekitar 30%. Selain itu, American Airlines Group juga harus mengurangi manajemen dan staf pendukungnya sekitar 30%, seperti dilansir Reuters pada Kamis (28/5).

Baca Juga: Maskapai terbesar di Amerika Latin LATAM ajukan perlindungan kebangkrutan di AS

American Airlines juga akan mengurangi karyawan garis depan demi berhemat saat wabah Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan manajemen kepada karyawan yang diumumkan kepada publik pada Rabu (27/5).

Semua maskapai penerbangan utama AS mengatakan harus merampingkan komposisi pekerja pada musim gugur. Lantaran bantuan penggajian dari pemerintah AS yang melarang pemutusan hubungan kerja bakal berakhir pada 30 September.

“Meskipun bailout dan likuiditas lainnya meningkat, Amerika harus merencanakan operasi maskapai kecil untuk masa mendatang. Amerika, dengan lebih dari 100.000 karyawan, akan menawarkan opsi sukarela sebelum menerapkan pengurangan sukarela jika tidak ada cukup pengambilan," kata Wakil Presiden Eksekutif People dan Global Engagement American Airlines Elise Eberwein dalam surat itu.

Baca Juga: Cara Warren Buffett dan Masayoshi mengelola kerugian besar karena kesalahan investasi



TERBARU

[X]
×