kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Maskapai terbesar di Amerika Latin LATAM ajukan perlindungan kebangkrutan di AS


Selasa, 26 Mei 2020 / 17:35 WIB
Maskapai terbesar di Amerika Latin LATAM ajukan perlindungan kebangkrutan di AS
ILUSTRASI. A LATAM Airlines plane takes off at Santiago International Airport, Chile March 30, 2017. REUTERS/Ivan Alvarado/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 14 AUG FOR ALL IMAGES

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Maskapai terbesar Amerika Latin, LATAM Airlines Group mengatakan pada hari Selasa (26/5) bahwa perusahaan dan afiliasinya di Chili, Peru, Kolombia, Ekuador dan AS telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Amerika Serikat.

LATAM merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang terdampak wabah virus corona yang telah menghentikan operasional bisnis penerbangan secara signifikan.

Pengajuan perlindungan kebangkrutan oleh LATAM ini semakin memperpanjang daftar maskapai internasional yang terdampak corona.

Baca Juga: Cara Warren Buffett dan Masayoshi mengelola kerugian besar karena kesalahan investasi

Sebelumnya, Avianca Holdings SA Kolombia AVT_p.CN dan Virgin Australia Holdings Ltd (VAH.AX) Australia yang telah lebih dulu mengajukan perlindungan kebangkrutan karena berupaya merestrukturisasi utangnya.

"Kami telah menerapkan serangkaian langkah-langkah sulit untuk mengurangi dampak gangguan industri yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, tetapi pada akhirnya jalan ini merupakan pilihan terbaik," kata Chief Executive Officer (CEO) LATAM Roberto Alvo dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

Maskapai ini akan terus terbang saat berada dalam perlindungan kebangkrutan dan afiliasinya di Argentina, Brasil dan Paraguay tidak termasuk dalam pengajuan Bab 11.

Baca Juga: Thai Airways Akan Dilaporkan Bangkrut, Pemerintah Percepat Langkah Penyelamatan

Delta Air Lines Inc merupakan pemegang saham terbesar di LATAM, setelah tahun lalu membayar US$ 1,9 miliar untuk menguasai 20% saham perusahaan penerbangan tersebut.



TERBARU

[X]
×