kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Terdampak virus corona 701.000 karyawan di AS kena PHK


Minggu, 05 April 2020 / 22:51 WIB
Terdampak virus corona 701.000 karyawan di AS kena PHK
ILUSTRASI. A person with a walker crosses 42nd Street in a mostly deserted Times Square following the outbreak of Coronavirus disease (COVID-19), in the Manhattan borough of New York City, New York, U.S., March 23, 2020. REUTERS/Carlo Allegri TPX IMAGES OF THE DAY

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penyebaran Covid-19 telah memukul perekonomian Amerika Serikat (AS). Mengutip Reuters pada Minggu (5/4), Ekonomi AS memangkas 701.000 pekerjaan pada Maret lalu.

Hal ini mengakhiri 113 bulan berturut-turut dari pertumbuhan lapangan kerja.

Kehilangan pekerjaan ini juga didorong oleh penurunan gaji karyawan. Seiring dengan langkah-langkah ketat untuk mengendalikan wabah virus corona.

Baca Juga: Asing catat net sell Rp 842 miliar pekan lalu meski IHSG naik 1,71%, ini kata analis

Berbagai perusahaan baru saja menutup bisnis dan pabrik. Hal ini bakal turut mengawali resesi sedang berlangsung.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat tidak sepenuhnya mencerminkan pembantaian ekonomi yang ditimbulkan oleh virus yang sangat menular itu.

Pemerintah telah mensurvei bisnis dan rumah tangga untuk laporan tersebut pada pertengahan Maret. Tepat sebelum lockdown diterapkan dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

William Beach, komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja AS mengakui hal ini dalam sebuah pernyataan dan juga mencatat bahwa pengumpulan data untuk laporan ketenagakerjaan terkena dampak buruk oleh virus corona.

Baca Juga: Penumpang maskapai global mengeluh kesulitan meminta ganti rugi tiket

“Kami masih bisa mendapatkan perkiraan dari dua survei kami yang memenuhi standar BLS untuk akurasi dan keandalan,” ujar Beach

Selain itu, sebanyak 459.000 orang kehilangan pekerjaan di industri hiburan dan perhotelan, terutama di layanan makanan dan tempat minum.

Ada juga penurunan dalam perawatan kesehatan dan bantuan sosial, layanan profesional dan bisnis, perdagangan ritel, manufaktur dan penggajian konstruksi.

Baca Juga: Dewan Pers usulkan stimulus bagi pers dan perlindungan jurnalis

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan gaji pekerja non petani turun bagi 100.000 pekerjaan bulan lalu.

Menambah sengatan pada laporan, ekonomi menciptakan 57.000 lebih sedikit pekerjaan pada Januari dan Februari dari yang dilaporkan sebelumnya.



TERBARU

[X]
×