Terima Dukungan Penuh dari Iran dalam Perang di Ukraina, Ini yang Akan Didapat Rusia

Rabu, 20 Juli 2022 | 13:18 WIB Sumber: The New York Times
Terima Dukungan Penuh dari Iran dalam Perang di Ukraina, Ini yang Akan Didapat Rusia

ILUSTRASI. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Teheran, Iran 19 Juli 2022. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (Kantor Berita Asia Barat)/Handout via REUTERS

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Iran pada Selasa (19/7) membuahkan hasil. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberi dukungan penuh atas perangnya di Ukraina.

Kedatangan Putin ke Teheran awal pekan ini merupakan perjalanan internasional yang jarang dilakukan pemimpin Rusia. Beruntung, Iran ada di jalan yang sama dengan Rusia dalam menentang aksi Barat.

"Perang adalah upaya kekerasan dan sulit, dan Republik Islam (Iran) sama sekali tidak senang bahwa orang-orang terjebak dalam perang," kata Khamenei kepada Putin, seperti dikutip The New York Times.

Baca Juga: AS Prediksi Iran akan Mengirim Drone Bersenjata untuk Membantu Rusia

Dukungan terbuka Khamenei ini sepertinya jadi yang paling tegas di antara mitra Rusia lainnya. China, sekutu dekat Rusia, bahkan masih relatif hati-hati dalam memberikan suara soal perang.

Pernyataan Khamenei ini juga menunjukkan kepada dunia bahwa hubungan lama antara Iran dan Rusia kini semakin erat. Iran, yang menerima sanksi ekonomi dari AS dan Eropa selama bertahun-tahun, sepertinya sangat memahami kondisi Rusia saat ini.

Selama bertahun-tahun sebelum ini, Rusia cenderung berhati-hati dalam menunjukkan hubungan dengan Iran. Bagi Putin, upayanya untuk membangun hubungan dengan Israel dan negara-negara Arab menghalangi aliansi penuh dengan Iran.

Baca Juga: Perang di Ukraina Menyulut Kekhawatiran Jepang Soal Senjata Nuklir

Perang Ukraina mulai mengubah pandangan Rusia. Kondisinya yang semakin terputus dari pasar Barat membuat Rusia mendekati Iran sebagai mitra ekonomi. Putin juga sepertinya akan belajar dari Iran bagaimana cara menghindari sanksi.

Pada pertemuan kali ini, Gazprom, raksasa energi Rusia, dilaporkan menandatangani kesepakatan tidak mengikat senilai US$ 40 miliar untuk membantu mengembangkan ladang gas dan minyak di Iran.

Sebagai tambahan, Rusia pun kini semakin dekat untuk membeli drone tempur dari Iran yang akan sangat dibutuhkan dalam perang di Ukraina. 

Baca Juga: Intelijen Inggris: Saat Ini Rusia Bergantung Pada Tentara Bayaran

Sebelum Putin mendarat di Teheran, Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, mengatakan bahwa Rusia dan Iran kemungkinan besar akan menandatangani perjanjian kerjasama strategis, memperluas kolaborasi mereka di bidang perbankan dan keuangan.

Termasuk di dalamnya adalah upaya untuk menjauhkan diri dari ketergantungan pada dolar dalam aktivitas perdagangan. 

Secara umum, pertemuan Putin dan Khamenei menunjukkan bahwa perang di Ukraina telah membantu dua kekuatan regional, yang terisolasi dari Barat, untuk bersatu dan mengubah perhitungan geopolitik dunia.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru