kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Tewaskan 50 juta orang, inilah pandemi paling mematikan dalam sejarah


Senin, 16 Maret 2020 / 04:00 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Gejala flu Spanyol

Gejala awal penyakit ini termasuk sakit kepala dan kelelahan, diikuti oleh batuk kering; kehilangan nafsu makan; masalah perut; dan kemudian, pada hari kedua, berkeringat berlebihan.

Selanjutnya, penyakit tersebut dapat memengaruhi organ pernapasan, dan pneumonia dapat berkembang. Humphries menjelaskan bahwa pneumonia, atau komplikasi pernafasan lainnya yang disebabkan oleh flu, sering menjadi penyebab utama kematian. Ini menjelaskan mengapa sulit untuk menentukan jumlah pasti yang dibunuh oleh flu, karena penyebab kematian yang terdaftar seringkali adalah sesuatu selain flu.

Baca Juga: Menkominfo Johnny Plate jalani tes kesehatan corona, ini hasil sementara

Pada musim panas 1918, virus itu dengan cepat menyebar ke negara-negara lain di daratan Eropa. Wina dan Budapest, Hongaria, menderita, dan sebagian Jerman dan Prancis juga terkena dampak yang sama. Banyak anak-anak di sekolah-sekolah Berlin dilaporkan sakit dan absen dari sekolah, dan ketidakhadiran di pabrik persenjataan mengurangi produksi.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×