kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

The Hut Group kumpulkan dana ekspansi akibat perubahan ekonomi Inggris


Senin, 16 Desember 2019 / 20:31 WIB
The Hut Group kumpulkan dana ekspansi akibat perubahan ekonomi Inggris
ILUSTRASI. Seorang perempuan memegang kantong belanjaan bermotir Union Jack. REUTERS/Kevin Coombs/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Peritel online asal Inggris The Hut Group (THG) mengumpulkan dana sebesar € 1 miliar atau setara US$ 1,10 miliar untuk menambah dana ekspansi mereka. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan perubahan ekonomi makro dan politik yang timbul dari Brexit dan juga pemilihan umum di Inggris.

Mengutip dari Reuters, THG menyatakan dana ini berasal dari pinjaman berjangka senilai € 600 juta, fasilitas kredit lima tahunan senilai € 150 juta (US$ 19,45 juta), serta paket senilai € 200 juta yang diberikan kepada anak perusahaan THG yang baru.

Baca Juga: Mantan supermodel ini sebut etika dan integritas kerja Warren Buffett luar biasa

Rencana peningkatan modal perusahaan yang berbasis di Manchester ini, pertama kali dilaporkan oleh Sky News pada Minggu (15/12).

THG mengatakan pihaknya meningkatkan ekuitas primer sekitar € 66 juta, dana tersebut berasal dari BlackRock Inc dan perusahaan investasi yang berbasis di Belgia, yaitu Sofina SA.

Peningkatan tersebut dilakukan THG untuk membantu perusahaan memperluas brand kecantikan, kesehatan, serta platform e-commerce-nya yaitu Ingenuity.

Baca Juga: Meski ada kesepakatan fase satu, defisit yang dialami AS masih besar ketimbang China

Selain itu, THG menambahkan jika modal tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan studio konten dan kantor mereka yang terletak di Bandara Manchester.

Penggalangan dana ini dilakukan, setelah Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa jalan bagi Brexit telah terbuka jika investor memasukkan uang ke Inggris setelah kemenangan mutlak Perdana Menteri Boris Johnson pada pemilihan umum.


Tag

TERBARU

[X]
×