kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.002   2,00   0,01%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Think tank China: Drone mata-mata AS terlihat di Laut China Selatan menuju Taiwan


Jumat, 17 Juli 2020 / 09:24 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi drone AS.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan konfrontasi militer antara kedua negara adikuasa yang sudah berselisih soal mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia dan Hong Kong.

Armada Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, sehari setelah pernyataan Pompeo, kapal perusak berpeluru kendali USS Ralph Johnson melakukan operasi navigasi bebas di Laut China Selatan, berlayar dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan. Dikenal sebagai Kepulauan Nansha dalam bahasa China, mereka juga diklaim oleh Filipina, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Menurut SCSPI, kapal perang AS berlayar untuk pertama kalinya sejak 2016 dalam jarak 12 mil laut dari Cuarteron Reef yang dikuasai Beijing, dan Fiery Cross Reef untuk keenam kalinya tahun ini.




TERBARU

[X]
×