kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Think tank China: Drone mata-mata AS terlihat di Laut China Selatan menuju Taiwan


Jumat, 17 Juli 2020 / 09:24 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi drone AS.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan konfrontasi militer antara kedua negara adikuasa yang sudah berselisih soal mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia dan Hong Kong.

Armada Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, sehari setelah pernyataan Pompeo, kapal perusak berpeluru kendali USS Ralph Johnson melakukan operasi navigasi bebas di Laut China Selatan, berlayar dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan. Dikenal sebagai Kepulauan Nansha dalam bahasa China, mereka juga diklaim oleh Filipina, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Menurut SCSPI, kapal perang AS berlayar untuk pertama kalinya sejak 2016 dalam jarak 12 mil laut dari Cuarteron Reef yang dikuasai Beijing, dan Fiery Cross Reef untuk keenam kalinya tahun ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×