kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tiga Supertanker Tembus Selat Hormuz, Sinyal Pemulihan Pasokan Energi Global


Sabtu, 11 April 2026 / 21:53 WIB
Tiga Supertanker Tembus Selat Hormuz, Sinyal Pemulihan Pasokan Energi Global
ILUSTRASI. Kapal Tanker di Selat Hormuz (REUTERS/Hamad I Mohammed)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Tiga kapal tanker raksasa (supertanker) berhasil melintasi Strait of Hormuz pada Sabtu (11/4/2026), menandai kapal-kapal pertama yang keluar dari kawasan Teluk sejak tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta dimulainya pembicaraan damai di Pakistan.

Data pelayaran menunjukkan kapal berbendera Liberia, Serifos, serta dua kapal berbendera China, Cospearl Lake dan He Rong Hai, memasuki dan keluar dari jalur Hormuz Passage trial anchorage yang menghindari wilayah sekitar Pulau Larak, Iran.

Ketiga kapal bertipe Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut masing-masing mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.

Baca Juga: Gaza Kembali Diserang, Tujuh Orang Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Kapal Serifos diketahui membawa minyak mentah yang dimuat dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada awal Maret, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Malaka, Malaysia pada 21 April, berdasarkan data LSEG dan firma analitik Kpler.

Sementara itu, Cospearl Lake membawa minyak dari Irak dan He Rong Hai mengangkut minyak mentah dari Arab Saudi. Kedua kapal tersebut disewa oleh Unipec, unit perdagangan dari raksasa energi China, Sinopec.

Melintasnya kapal-kapal ini terjadi setelah Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz sejak pecahnya konflik pada akhir Februari. Jalur ini merupakan titik krusial bagi sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam cair global.

Blokade tersebut telah mengganggu pasokan energi dunia dan mendorong lonjakan harga minyak, sehingga pergerakan kapal-kapal ini dipandang sebagai sinyal awal normalisasi distribusi energi global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×