kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.820   31,00   0,17%
  • IDX 6.155   -65,82   -1,06%
  • KOMPAS100 814   -10,52   -1,28%
  • LQ45 615   -10,39   -1,66%
  • ISSI 210   -1,91   -0,90%
  • IDX30 348   -6,47   -1,82%
  • IDXHIDIV20 427   -9,68   -2,22%
  • IDX80 93   -1,33   -1,42%
  • IDXV30 115   -0,82   -0,71%
  • IDXQ30 111   -2,86   -2,51%

Tim Cook Ungkap Alasan Harga iPhone Naik, Ternyata karena AI


Kamis, 18 Juni 2026 / 11:23 WIB
Tim Cook Ungkap Alasan Harga iPhone Naik, Ternyata karena AI
ILUSTRASI. CEO Apple, Tim Cook (Robert Galbraith/REUTERS)


Sumber: MacRumors | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Apple Tim Cook memberi sinyal bahwa harga iPhone berpotensi naik dalam waktu dekat.

Secara terbuka, Cook mengungkapkan bahwa lonjakan biaya komponen yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat perusahaan semakin sulit mempertahankan harga.

Dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal, Cook mengatakan Apple selama ini berupaya menahan biaya produksi agar tidak membebani konsumen. Namun, kondisi yang terjadi saat ini dinilai sudah sangat berat.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari," kata Cook, dikutip MacRumors.

Baca Juga: Cek Perangkat Anda, 16 Produk Apple Ini Kehilangan Dukungan Software Mulai 2026

Ledakan AI Bikin Harga Komponen Melonjak

Menurut Cook, akar masalahnya bukan berasal dari proses produksi iPhone itu sendiri, melainkan dari meningkatnya permintaan chip memori dan penyimpanan untuk kebutuhan AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan AI berlomba membangun pusat data berkapasitas besar untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.

Infrastruktur tersebut membutuhkan chip memori dan penyimpanan dalam jumlah sangat besar.

Cook mengatakan produsen chip memori kini meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada para pelanggan, termasuk Apple.

"Ada pasokan yang lebih sedikit pada saat konsumen menginginkan lebih banyak perangkat, dan produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar," ujarnya.

Situasi tersebut membuat Apple harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih tinggi untuk memproduksi perangkat seperti iPhone, iPad, dan Mac.

Baca Juga: Daftar Fitur Baru Safari di iOS 27, dari AI hingga Notifikasi Website

Harga iPhone 18 Pro Berpotensi Jadi Lebih Mahal

Meski belum mengumumkan produk mana yang akan mengalami kenaikan harga, laporan The Wall Street Journal menyebut seri iPhone 18 Pro yang diperkirakan meluncur pada September mendatang menjadi salah satu kandidat terkuat.

Apple disebut perlu menaikkan harga perangkatnya secara signifikan jika ingin mempertahankan margin keuntungan yang selama ini diperoleh.

Firma riset TechInsights bahkan memperkirakan harga iPhone 18 Pro perlu dinaikkan sekitar 270 dollar AS untuk menjaga tingkat profitabilitas yang sama.

Jika dirupiahkan, harga tersebut setara kurang lebih Rp 4,8 juta.

Selain iPhone, lini produk lain seperti iPad dan Mac juga berpotensi terdampak apabila harga komponen terus meningkat.

Baca Juga: 15 Produk Apple yang Dirumorkan Hadir hingga Akhir Tahun 2026

Apple Butuh Lebih Banyak Memori untuk Fitur AI

Apple jelas membutuhkan lebih banyak chip memori untuk mendukung pengembangan fitur AI di perangkatnya sendiri.

Sejumlah fitur berbasis Apple Intelligence dan teknologi AI generasi berikutnya memerlukan kapasitas RAM yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Cook menggambarkan kondisi pasar memori saat ini sebagai situasi yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya di industri teknologi.

"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," kata Cook.

Untuk mengatasi masalah pasokan, Cook mengatakan Apple akan memanfaatkan kekuatan finansial perusahaan guna mengamankan kebutuhan komponen di masa depan.

Namun, ia menegaskan Apple tidak memiliki rencana membangun pabrik memori atau penyimpanan sendiri.

Baca Juga: Apple Umumkan iOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×