kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45859,88   -1,43   -0.17%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Tindakan keras China membuat indeks saham teknologi Hangseng terkontraksi


Minggu, 25 Juli 2021 / 13:33 WIB
Tindakan keras China membuat indeks saham teknologi Hangseng terkontraksi
ILUSTRASI. Tindakan keras China terhadap perusahaan teknologi membuat indeks saham teknologi Hangseng merosot.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tindakan keras China terhadap beberapa perusahaan teknologi China turut berdampak pada Indeks saham teknologi di bursa Hang Seng Hong Kong yang terkontraksi 11% di bulan ini. Selain itu, kapitalisasi pasar emiten anggota indeks teknologi telah menguap sekitar  US$ 551 miliar sejak Februari 2021 lalu. Padahal, indeks ini pernah mengalami kenaikan yang signifikan hingga 59% pada puncaknya di Februari

Mengutip Bloomberg, penurunan ini telah mengurangi keuntungan hingga hampir 6%, dibandingkan dengan kenaikan lebih dari 40% untuk MSCI World Information Technology Index dan NASDAQ-100 Index. Ukuran ini juga tertinggal dari Indeks ChiNext yang naik 35% pada periode tersebut.

Kinerja yang kurang baik ini merupakan risiko dari regulasi untuk salah satu sektor ekonomi China yang tumbuh paling cepat ini. Langkah berani Beijing untuk mengendalikan perusahaan teknologi kuat di China seperti Ant Group Co. dan Didi Global Inc. telah membuat investor global melarikan diri karena kekhawatiran atas cengkeraman data yang lebih ketat di China, sementara hubungan dengan Washington tetap sulit.

Baca Juga: China perketat aturan bagi perusahaan teknologi yang ingin IPO di luar negeri

Penurunan saham baru-baru ini terjadi setelah China memerintahkan untuk melarang pengguna baru mengunduh aplikasi Didi. Regulator China sedang mempertimbangkan hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk perusahaan ride-hailing menyusul penawaran umum perdana yang kontroversial.

“Kekhawatiran berkelanjutan bahwa kekuatan pendapatan jangka menengah dapat dirusak oleh data mereka menjadi lebih dari barang publik, dan privasi menjadi lebih dari masalah, tetap menjadi angin sakal,” kata Joshua Crabb, Manajer Portofolio Robeco Hong Kong Ltd.

Ahli strategi Bank of America Corp menulis dalam sebuah catatan pekan lalu bahwa regulasi tersebut tidak mungkin dihapuskan dalam waktu dekat dan merekomendasikan investor untuk berinvestasi ke perusahaan teknologi di luar China.

Sebagai informasi, indeks Hang Seng memiliki daftar 30 perusahaan teknologi terbesar yang terdaftar di Hong Kong termasuk raksasa teknologi seperti Tencent Holdings Ltd., Alibaba Group Holding Ltd. dan Meituan. Indeks ini dibuat tahun lalu pada saat perusahaan teknologi China ingin listing lebih dekat dari negaranya karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing yang mengancam akan membatasi akses ke pasar modal AS.

Sementara itu, rasio harga terhadap pendapatan ke depan untuk Indeks Hang Seng Tech juga telah merosot dari puncak Februari yang masih diperdagangkan sekitar 35 kali perkiraan keuntungan. Sebagai perbandingan, Indeks Nasdaq-100 diperdagangkan  dengan 28 kali dan 43 kali untuk ChiNext.

Meskipun indeks jatuh, hal tersebut tak menghalangi produk ETF yang populer dan terus tumbuh. Total aset gabungan dari semua ETF telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini menjadi US$3,8 miliar dan laju investasi ke dalam produk ini telah melonjak sejak pertengahan Mei.

“Beberapa institusi jangka panjang mungkin sudah mulai membeli ETF teknologi Hang Seng ini. Tampaknya semakin banyak indeks jatuh, semakin banyak ETF yang akan mereka beli,” kata Alvin Ngan, analis di Zhongtai Financial International Ltd.

Sementara beberapa orang melihat ketidakpastian yang diciptakan tindakan keras China sebagai peluang pembelian, yang lain tetap waspada di tengah pertanyaan tentang durasinya dan ke mana arahnya selanjutnya.

 

Selanjutnya: Regulator China mengirim tim untuk meninjau keamanan siber Didi Global Inc

 




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing

[X]
×