Sumber: Defense News | Editor: Noverius Laoli
Selain memperkuat kekuatan tempur, Jepang juga berencana mengembangkan industri pertahanannya. Pemerintah diperkirakan akan melonggarkan sisa pembatasan ekspor senjata untuk mendorong kerja sama dengan negara sahabat.
Jepang saat ini tengah mengembangkan jet tempur generasi baru bersama Inggris dan Italia, serta menyiapkan penjualan kapal fregat ke Australia.
Isu sensitif lain turut mencuat setelah panel pemerintah mengusulkan kajian pengembangan kapal selam bertenaga nuklir guna meningkatkan daya gentar jarak jauh.
Meski menuai kritik dari kelompok pasifis dan penyintas bom atom, pemerintah menegaskan tetap berpegang pada tiga prinsip non-nuklir: tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.
Baca Juga: Radar Dikunci Jet China, Jepang Kecam Manuver Berbahaya di Dekat Okinawa
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menegaskan Jepang tidak berniat memiliki senjata nuklir, namun tetap membuka opsi teknologi pertahanan baru. Sementara itu, Tokyo terus meminta perlindungan payung nuklir Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.
Perubahan arah kebijakan ini menandai babak baru dalam peran Jepang di Asia, dari negara pasifis menjadi kekuatan militer utama yang semakin aktif di panggung keamanan regional.













